Berita Kubar Terkini

Terapkan Restorative Justice, Kejari Kubar Hentikan Kasus KDRT, Korban Berdamai dengan Suami

Tuntutan pidana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Ribertus Afrimansi dicabut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat.

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Robertus Afrimansi yang terlibat KDRT menunjukkan surat peringatan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi terhadap istrinya sehingga dibebaskan pihak Kejaksaan Negeri. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Tuntutan pidana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Ribertus Afrimansi dicabut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat.

Pencabutan tuntutan pidana ini dilakukan dengan sistem hukum Restorative Justice. Dimana Ribertus Afrimansi tidak akan menerima tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum atas KDRT kepada istrinya.

Hal itu dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutai Barat, Bayu Pramesti SH., MH melalui siaran pers tertulisnya.

“Telah dilaksanakan kegiatan keadilan Restorative justice terhadap perkara pidana atas nama terdakwa Ribertus Afrimansi anak dari kansius Johola, Jadi tuntutan pidananya ini sudah diberhentikan,” katanya, Senin (28/11/2022).

Kajari Kubar, Bayu Pramesti mengatakan,  dalam peristiwa itu Ribertus melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

Baca juga: Jadi Korban KDRT, Ibu Muda di Berau Mengadu ke Hotline Kapolda Kaltim

Sehingga Ribertus Afrimansi sempat ditahan di Rutan Polres Kutai Barat setelah dilaporkan karena menganiaya istrinya.

Ribertus dikeluarkan dari Rutan Polres Kubar pada pekan lalu berdasarkan Surat Ketetapan Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat.

Namun setelah pihaknya melakukan gelar perkara tindak pidana penganiayaan di hadapan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, kasusnya disetujui untuk dihentikan.

"Seterusnya di depan penyidik, jaksa fasilitator melakukan mediasi dan perdamaian antara terdakwa Ribertus Afrimansi dengan korban maria Elfrida Daul," jelasnya.

Baca juga: Anne Ratna Mustika Beber Masalah Keuangan hingga KDRT Psikis, Jadi Alasan Gugat Cerai Dedi Mulyadi

"Dalam mediasi yang dihadiri oleh 5 orang perwakilan keluarga itu, Kardi sebagai tokoh kerukunan masyarakat Manggarai Barat membuahkan kesepakatan perdamaian tanpa syarat antara terdakwa dengan korban karena masih ada ikatan pernikahan resmi," jelas Kajari.

Sebelum diperbolehkan pulang, Ribertus diberikan surat peringatan untuk tidak mengulangi perbuatannya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved