Gempa Cianjur

Terbaru! Terjawab Sudah Kenapa Gempa Cianjur Terus Menerus Terjadi dan Sampai Kapan? Ini Kata BMKG

Terjawab sudah kenapa gempa Cianjur terus menerus terjadi dan sampai kapan? simak penjelasan BMKG

Editor: Doan Pardede
TRIBUN JABAR
GEMPA CIANJUR - Ade Wijaya (60) menunjuk rumahnya di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang ambruk, Rabu (23/11/2022). Terjawab sudah kenapa gempa Cianjur terus menerus terjadi dan sampai kapan? simak penjelasan BMKG 

TRIBUNKALTIM.CO - Terjawab sudah kenapa gempa Cianjur terus menerus terjadi dan sampai kapan? simak penjelasan BMKG.

Ulasan seputar kenapa gempa Cianjur terus menerus terjadi dan sampai kapan masih terus menjadi sorotan.

Gempa susulan yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, masih terjadi hingga Senin (28/11/2022).

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total gempa susulan yang melanda Cianjur sampai dengan hari ini, Jumat (25/11/2022) pukul 12.00 WIB sebanyak 239 gempa.

Baca juga: Barusan! Info BMKG Gempa Cianjur Terkini, Terkuak Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu Jawa Barat

Perincian kekuatan gempa susulan juga dijelaskan oleh Ketua Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono.

"Gempa susulan sampai dengan 25 November 2022 pukul 12.00 WIB terjadi 239 gempa, dengan magnitudo terbesar M 4,2 dan magnitudo terkecil M 1,2," ujar Daryono, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/11/2022).

Sebagai informasi, gempa bumi yang berpusat di Cianjur terjadi pada Senin (21/11/2022).

Lalu, sampai gempa susulan Cianjur akan terjadi?

Penjelasan BMKG

Terkait banyaknya gempa susulan yang melanda wilayah Cianjur, Daryono mengatakan, umumnya gempa susulan ini memang muncul dalam waktu sepekan.

"Biasanya lama pergeseran lempeng terjadi semingguan," ujar Daryono.

Lantaran gempa Cianjur belum genap sepekan lamanya, Daryono masih mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan dampak gempa susulan.

Dini Hamdani (52), warga RT3 RW 2 Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur saat hendak menunjukan rumahnya yang hancur, Selasa (22/11/2022).
Dini Hamdani (52), warga RT3 RW 2 Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur saat hendak menunjukan rumahnya yang hancur, Selasa (22/11/2022). (Tribunnews.com/ Adi Suhendi)

"Masih perlu waspada untuk rumah yang sudah retak, rusak sebagian, lereng yang tidak stabil," lanjut dia.

Sebab, lereng yang tidak stabil berpotensi tinggi terjadinya longsor atau runtuh batu ketika hujan.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved