Berita Berau Terkini

Ditanya Soal Stunting, Isran Noor Sebut Napoleon Bonaparte dan Vladimir Putin juga Orang Pendek

Menanggapi permasalahan stunting, Gubernur Kaltim Isran Noor malah melempar candaan dengan menyebut Napoleon Bonaparte dan Vladimir Putin sebagai oran

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim Isran Noor menghadiri agenda peresmian markas baru Denpom VI/1 Samarinda, Senin (28/11/2022). TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menanggapi permasalahan stunting, Gubernur Kaltim Isran Noor malah melempar candaan dengan menyebut Napoleon Bonaparte dan Vladimir Putin sebagai orang pendek.

Ditanya soal stunting dan perkembangan penanganannya di Kaltim, Isran Noor bertanya balik pada reporter TribunKaltim.co yang mewawancarainya sambil bercanda.

"Stunting itu apa? Saya ini pendek, jangan menghina, mentang-mentang (saya) stunting ditanyanya," jawabnya lalu tertawa.

"Nggak apa-apa, stunting kita sedikit dari daerah lain," ucap Isran Noor.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) perencanaan tindaklanjut audit kasus stunting tingkat Provinsi Kaltim-Kaltara, Isran Noor juga kembali melemparkan guyonan.

Baca juga: Kepala DP3AKB Balikpapan Klaim Sukses Turunkan Angka Stunting di Tahun 2022

Menurutnya, orang indonesia itu memang nasibnya jadi stunting, bahkan dia sendiri bertubuh pendek.

"Seperti gubernur ini, pendek orangnya, kan ciri-ciri orang stunting itu kan pendek," kata dia.

Dia menyebut orang stunting itu berbahaya dan selalu membuat masalah (dalam tanda kutip), dengan mengambil contoh dua orang pemimpin dunia.

"Terbukti orang-orang pendek itu bikin masalah, Napoleon Bonaparte (tingginya) kurang dari 170 cm, tapi pernah menjajah dunia 23 persen di planet ini," tuturnya.

Baca juga: Kodim 0901/Samarinda Terima Penghargaan dari BKKBN Pusat Atas Dukungan dalam Penanganan Stunting

"Vladimir Putin (juga) pendek, cuman 3 centi di atas saya, bikin masalah, (pemicu) perang Ukraina," kata Isran Noor berkelakar.

Persoalan stunting sendiri, lanjut Isran Noor, menjadi perhatian penuh pemerintahan yang dipimpinnya.

Bersama pendampingnya, Hadi Mulyadi, dia akan terus berkomitmen pada acuan regulasi untuk menekan stunting.

Saat ini prevalensi stunting Provinsi Kaltim tercatat 22,8 persen di bawah angka nasional, yaitu 24,4 persen.

Baca juga: 477 TPK di Desa dan Kelurahan di Kukar Dikerahkan Pemkab untuk Atasi Stunting

Namun, ini juga harus terus tetap bekerja bersama (bersinergi) guna menurunkan prevalensi stunting di bawah 14 persen pada tahun 2024.

"Ini dikuatkan oleh Inpres Nomor 3 Tahun 2022, hal itu untuk menjaga kesehatan dan tingkat kesejahteraan yang menyangkut stunting juga tentunya," ucap Isran Noor. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved