Berita DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Soroti Renovasi Pasar Klandasan yang tak Kunjung Dikerjakan

DPRD Balikpapan menyoroti pengerjaan renovasi Pasar Klandasan Balikpapan yang tak kunjung dikerjakan hingga saat ini

TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Lokasi Pasar Klandasan yang akan direnovasi, hingga kini pekerjaan pembongkaran juga belum dilakukan. Budiono Wakil Ketua DPRD Balikpapan menyoroti hal ini.TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPANDPRD Balikpapan menyoroti pengerjaan renovasi Pasar Klandasan Balikpapan yang tak kunjung dikerjakan hingga saat ini.

Padahal, pedagang yang sebelumnya menempati Blok A atau area basah pasar sudah direlokasi sementara ke area belakang pasar.

Hal ini menarik atensi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Budiono.

“Kami terima aspirasi masyarakat khususnya pedagang Blok A jenis ikan dan daging. Mereka sudah direlokasi (sementara) sejak dua bulan lalu karena (areanya) mau diperbaiki,” terang Budiono ketika ditemui TribunKaltim.co usai mengikuti rapat paripurna yang digelar beberapa waktu lalu.

Ia menyayangkan aksi yang kurang tanggap dan cepat dari pihak pelaksana, dalam hal ini Dinas Perdagangan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan juga pemenang lelang.

Baca juga: Soal 2 Nama Calon Wawali, Ketua DPRD Balikpapan Sebut Satu dari 7 Partai Pengusung Belum Sepakat

Baca juga: DPRD Balikpapan Ungkap Satu dari 11 Jenis Pajak dan Retribusi Daerah Kota Beriman yang Tak Tercapai

“Masalahnya, setelah direlokasi, sampai sekarang belum dikerjakan (pembongkaran dan pembangunan ulang),” jelasnya.

“Belum dibongkar karena ada mekanisme penghapusan aset dan penanggung jawabnya adalah BPKAD,” lanjutnya.

Pemenang lelang untuk pekerjaan pembongkaran sudah didapatkan, namun prosesnya terkendala sampai tahapan penghapusan aset.

“Sudah ada pemenang lelang (pembongkaran) tapi belum dikerjakan sampai sekarang. Sehingga, Dinas Perdagangan yang seharusnya sudah bisa melakukan pembangunan fisik pun belum bisa terlaksana,” katanya.

Lamanya proses yang sedang berlangsung ini dinilainya dapat merugikan masyarakat, utamanya yaitu para pedagang yang harus menempati tempat berjualan sementara di belakang pasar.

Budiono pesimis pekerjaan ini dapat terselesaikan hingga akhir tahun 2022. Pihaknya akan memanggil pihak terkait untuk mendesak pengerjaan segera dilakukan.

Baca juga: Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh Hadiri Kerja Bakti dan Resmikan Jalan di Sekitar Kelurahan Batu Ampar

“Kita akan kasih teguran kepada pengguna anggaran dalam hal ini dinas terkait dan BPKAD,” tegasnya.

“Karena, permasalahannya adalah BPKAD harus menghapuskan aset agar segera dibangun, tetapi di sisi lain dinas terkait belum bisa membangun juga karena belum rampung pembongkarannya,” tuturnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved