Mata Lokal Memilih

Kepala Daerah Punya Peran Penting di Pilpres 2024, Politik Uang dan Identitas Masih Kuat

Keberadaan kepala daerah akan turut menentukan jalannya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di daerah.

Editor: Heriani AM
DOK. Istimewa Tribun Manado
Bincang bersama ‘Memilih Damai, Suara dari Sulawesi’ yang digagas Tribun Network di Manado, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024 atau Pilpres 2024 untuk masa bakti 2024–2029 yang akan dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024.

Pilpres 2024 ini akan menjadi pemilihan presiden langsung kelima di Indonesia.

Sudah ada sejumlah nama yang digadang bakal jadi kandidat utama di Pilpres 2024.

Namun di samping itu, keberadaan kepala daerah akan turut menentukan jalannya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di daerah.

Hal ini lepas dari asumsi, siapa calon presiden (capres) yang menang di Pulau Jawa, pasti akan menang.

Baca juga: Akademisi UI: Kandidat Berlomba Pinjam Citra Jokowi di Pilpres 2024, Kekuatan Figur yang Terpenting

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Alfons Kimbal mengatakan, dalam konteks daerah, keberadaan gubernur dan wali kota akan menentukan hasil pilpres.

"Pada Pilpres 2019, keberadaan (Gubernur Sulawesi Utara) Olly Dondokambey berpengaruh besar pada hasil pilpres," kata Kimbal dalam acara bincang bersama "Memilih Damai, Suara dari Sulawesi" yang digagas Tribun Network di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (28/11/2022), mengutip TribunManado.co.id dengan judul Kepala Daerah Disebut Jadi Kunci Perolehan Suara Capres pada Pilpres 2024

Kala itu, sebut Kimbal, Jokowi-Maruf Amin unggul 77 persen.

Fakta politik ini besar kemungkinan terulang pada Pilpres 2024.

"Apalagi saat ini, 12 dari 15 kabupaten kota di Sulut, kepala daerahnya dari PDI-P," kata Wakil Dekan I Bidang Akademik Fispol Unsrat itu.

Kimbal menyebutkan, siapa pun capres yang didukung kepala daerah memiliki peluang menang di daerah tersebut.

"Efek kepala daerah ini penting. Tinggal dilihat afiliasinya ke mana," jelas Kimbal.

Baca juga: Alasan Jokowi Ingatkan Capres-Cawapres Pilpres 2024 Jangan Politisasi Agama dan Politik Identitas

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado Sulaiman Mapiase menjelaskan, kekuatan figur tidak terlalu berpengaruh, terutama di kalangan pemilih akar rumput.

Golongan akar rumput, sebut dia, lebih memilih calon yang bisa memberi keuntungan langsung. Misalnya secara jangka pendek, pemimpin mana yang bisa langsung memenuhi kebutuhan dan keinginan pemilih.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved