Berita Balikpapan Terkini

Profil Briptu Kusdina Dwi, Penyidik Kasus Viral Waria Tewas Disuntik Silikon di Balikpapan

Briptu Kusdina Dwi Hartari, anggota Polda Kaltim yang berdinas sebagai Banit Reskrim Polsek Balikpapan Timur, sudah 8 tahun menjalani profesi sebagai

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Banit Reskrim Polsek Balikpapan Timur, Kusdina Dwi Hartari, S.H di ruang kerjanya tengah memeriksa tersangka kasus penganiayaan nelayan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Briptu Kusdina Dwi Hartari, anggota Polda Kaltim yang berdinas sebagai Banit Reskrim Polsek Balikpapan Timur, sudah 8 tahun menjalani profesi sebagai polwan.

Ini membuat dirinya mengantongi banyak pengalaman, terutama di bidang reserse dan kriminal.

Wanita kelahiran Balikpapan ini memulai karirnya sebagai polisi di tahun 2014. Di mana ia langsung ditempatkan di Polsek Balikpapan Selatan.

Selama jadi polwan, pengalaman tak terlupakan ketika menangani berkas perkara kasus pembunuhan waria dengan modus suntik silikon awal tahun 2022.

Di mana korban yang berinisial MY (25) itu meninggal dengan kondisi terdapat luka bakar di bagian dada kanan akibat suntikan silikon.

Baca juga: Siapa Livy Renata? Terungkap Profil Pemeran Utama Love in Game, Kini Dekat dengan Nopek Novian

Kusdina menuturkan, penanganan kasus tersebut terbilang cukup rumit mengingat baru kali pertama terjadi di Balikpapan.

Pasalnya, ia diminta untuk bisa mengafirmasi penyebab kematian dan kandungan dalam silikonnya.

"Tingkat kesulitannya adalah di Indonesia itu sampel silikon tidak bisa diuji coba komposisinya. Harus di Amerika," ujarnya, Kamis (1/12/2022).

Sementara di Indonesia, kata dia, sebatas hanya bisa menyatakan ada senyawa kimia silikon tanpa bisa mengurai kandungan di dalamnya.

Butuh lebih 2 bulan lebih untuk menyelesaikan berkas perkara. Padahal untuk kasus lainnya, diakui Kusdina, hanya memakan waktu paling lama 30 hari.

Baca juga: Terjawab Siapa Orangtua? Lengkap Profil Sisca Kohl dan Sisi Lain Istri Jess No Limit/Tobias Justin

"Stres pasti, lembur terus. Kurang tidurnya. Tapi pas sudah selesai, plong. Aku punya pengalaman buat diceritain," kenangnya.

Kusdina patut bangga. Pasalnya, kasus serupa, juga pernah terjadi di Jakarta. Namun tersangkanya baru bisa diproses setelah kasus di Balikpapan sudah terkuak yang mana ia punya andil besar dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Beruntung keluarga kasih motivasi. Meskipun dengan tantangan berat, ya akhirnya bisa dilalui," ucapnya.

Persis di akhir 2019, ia dipindahtugaskan ke jajaran Polda Kaltim lain, persisnya di Polsek Balikpapan Timur namun tetap masih mengenyam seputar dunia reserse dan kriminal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved