Berita Kaltara Terkini

Berniat Ziarah ke Makam Ayahnya di Wajo, Pria Asal Malaysia Ini Malah Diamankan di Nunukan

Mohd Risman bin Mustan (23) warga negara asing asal Malaysia terpaksa harus batal melakukan ziarah ke makam almarhum ayahnya di Wajo, Sulawesi Selatan

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Penyerahan WNA asal Malaysia oleh personel Polsek Sebatik Barat kepada petugas Imigrasi Nunukan pada Rabu (30/11/2022), pagi.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO- Mohd Risman bin Mustan (23) warga negara asing asal Malaysia terpaksa harus batal melakukan ziarah ke makam almarhum ayahnya di Wajo, Sulawesi Selatan.

Pria kelahiran Sandakan-Malaysia beralamat di Jembatan 6 Lorong 2 LOT 972, Kampung Tinusa 2, Jalan Airport, Sandakan diamankan personel Polsek Sebatik Barat, di Desa Bambangan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara lantaran tak memiliki paspor, Rabu (30/11/2022), pagi.

Kasi Humas Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Lukie mengatakan WNA asal Malaysia itu masuk ke wilayah Indonesia tanpa paspor dengan tujuan berziarah ke makam almarhum ayahnya yang baru saja meninggal dunia.

"Dia mengaku akan menuju Wajo, Sulawesi Selatan menggunakan Kapal KM Thalia, karena bapaknya telah meninggal dunia hari Selasa," kata Lukie kepada TribunKaltara.com, Jumat (02/12/2022), pukul 11.35 Wita.

Baca juga: Belum Ada Kepastian Deportasi PMI, Konsulat RI di Tawau Sebut Masih Lockdown

Baca juga: Rencana Deportasi Ratusan PMI dari Malaysia ke Nunukan Ditunda, Konsulat RI di Tawau Beber Alasannya

Lukie menjelaskan, WNA asal Malaysia itu berangkat dari rumahnya di Sandakan pada Selasa (29/11) sekira pukul 00.00 waktu Malaysia.

Lalu tiba di Tawau pada Rabu (30/11) sekira pukul 04.30 waktu Malaysia.

Sekira pukul 07.00 waktu Malaysia WNA Malaysia itu melanjutkan perjalanan dari Tawau menuju Sebatik-Indonesia.

"Begitu sampai di dermaga Aji Kuning dia melanjutkan perjalanan ke Desa Bambangan. Sekira pukul 10.00 Wita, dia tiba di Bambangan dan berencana akan melanjutkan perjalanan menuju Nunukan," ucapnya.

Apesnya saat hendak menaiki speedboat Bambangan-Nunukan, personel Polsek Sebatik Barat lakukan pemeriksaan identitas diri.

Dari hasil pemeriksaan, Risman hanya dapat menunjukan IC Malaysia.

Lukie katakan Risman mengaku bahwa dia diarahkan oleh orang untuk masuk ke Indonesia melalui Aji Kuning.

"Karena tidak punya paspor, yang bersangkutan dibawa ke Polsek Sebatik Barat. Lalu Polisi kemudian menyerahkan WNA Malaysia itu kepada kami. Kami belum tahu siapa yang arahkan dia masuk," ujar Lukie.

Hasil pengakuan WNA Malaysia itu, dia baru pertama kali masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal alias tanpa paspor.

Lukie menyampaikan, Imigrasi Nunukan sudah berkoordinasi dengan perwakilan Malaysia di Pontianak, Kalimantan Barat untuk meminta dokumen perjalanan warganya tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved