Berita Berau Terkini

Penyaluran BSU Diperpanjang karena Realisasi Baru Tersalur ke 7.942 Pekerja

Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu untuk pekerja diperpanjang penyalurannya hingga 11 Desember 2022.

HO/PT Pos Indonesia
Ilustrasi penyaluran BSU kepada perusahaan melalui komunitas langsung dari pihak PT Pos Cabang Tanjung Redeb beberapa hari lalu. HO/PT Pos Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu untuk pekerja diperpanjang penyalurannya hingga 11 Desember 2022.

Kepala PT Pos Indonesia Cabang Tanjung Redeb, Prianto Vrediawan menjelaskan, perpanjangan masih ada beberapa sisa yang belum tersalurkan.

Sesuai data dari pihak PT Pos Indonesia Cabang Tanjung Redeb saat ini, BSU yang tersalur hingga 30 November 2022 sebanyak 66,98 persen, atau baru sebanyak 7.942 orang dari alokasi 11.858 orang untuk penerima yang terdaftar di perusahan Berau.

Adapun perusahaan yang terdaftar terbagi dari beberapa sektor, seperti sektor kesehatan, perkebunan, perhotelan dan lainnya.

“Masih ada yang belum tersalur, jadi harus diperpanjang,” tuturnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: BSU Cair Berapa Kali per Orang? Cek Daftar Penerima, Login kemnaker.go.id/bsu.ketenagakerjaan.go.id

Permasalahan besarnya masih banyak perusahaan yang sudah tutup, tetapi tenaga kerja masih banyak yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga pihaknya sulit menginformasikan BSU yang harusnya tersalur.

“Banyak juga PIC perusahaan yang sudah diberikan nomor telpon oleh BPJS Ketenagakerjaan tetapi sudah tidak aktif,” ungkapnya.

Kendala sinyal bagi pekerja sektor perkebunan juga menjadi kendala.

Sedangkan untuk sistem penyalurannya dilakukan dengan beberapa cara, yang dibayarkan di seluruh kantor pos se Indonesia.

Baca juga: Disnakertrans Berau Belum Bahas Upah Minimum Kabupaten 2023

Dapat juga dibayarkan secara komunitas dengan mendatangi perusahaan dengan syarat minimal 50 penerima dan bersedia dilakukan pembayaran di tempat.

“Dibayarkan melalui door to door apabila sedang sakit yang tidak bisa datang ke kantor pos,” ujarnya.

Sementara untuk pembagian, tidak boleh diwakilkan penerimanya. Hal itu juga menjadi kendala.

“Memang jadi dilema, karena kan penerima BSU yang dibayarkan oleh Kantorpos adalah Penerima BSU dari Kemnaker yang sudah dikurangi oleh berhasil salur Bank Himbara. Karena masih banyak penerima yang tidak memiliki rekening bank sehingga kemnaker menunjuk kantorpos untuk menyalurkan bantuan ini,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved