Berita Balikpapan Terkini

Balikpapan Posisi Terakhir Dari 12 Kota Wilayah Kalimantan Alami Inflasi Sebesar 0,04 persen

Dari 12 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Pulau Kalimantan, Balikpapan menempati posisi terakhir dengan inflasi sebesar 0,04 persen

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Tabel IHK dan Tingkat Inflasi Kota Balikpapan November 2022, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya enam kelompok pengeluaran. TRIBUNKALTIM.CO/HO/BPS Kota Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Dari 12 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Pulau Kalimantan, Balikpapan menempati posisi terakhir dengan inflasi sebesar 0,04 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang Kalimantan Barat sebesar 0,44 persen, diikuti oleh Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan inflasi 0,41 pesen dan Kotabaru Kalimantan Selatan 0,39 persen.

Berdasarkam data yang dihimpun TribunKaltim.co melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga enam kelompok pengeluaran.

Pada kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,88 persen; kemudian pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga lainnya sebesar 0,12 persen.

Baca juga: Kanwil V KPPU Balikpapan Lakukan Penegakan Hukum hingga Pengendalian Inflasi

Baca juga: Dapat Dana Pengendalian Inflasi, Dinsos Kutim Akan Dibagikan ke Ojol dan Sopir Angkot

Dari Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen; lalu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya
sebesar 0,88 persen.

Dalam kelompok Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,23 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,17 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2022 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan, pada November 2022 terjadi inflasi sebesar 0,04 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,28 pada Oktober 2022 menjadi 111,33 pada November 2022.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2022 sebesar 5,31 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2022 terhadap November 2021) sebesar 6,07 persen.

Disisi lain, kelompok kesehatan, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks harga.

Komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah ikan layang/benggol mengalami kenaikan indeks harga sebesar 3,58 persen.

Dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,0293 persen, diikuti oleh tomat yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 10,10 persen.

Dengan andil sebesar 0,0240 persen serta batu bata/batu tela yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 4,88 persen dengan andil sebesar 0,0185 persen.

Baca juga: Dapat Alokasi Dana Pengendalian Inflasi, DKP Kutim Bakal Serahkan Ratusan Mesin Ces untuk Nelayan

Sementara komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah cabai rawit yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 10,88 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar -0,0372 persen.

Diikuti oleh bayam yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 21,03 persen dengan andil sebesar -0,0316 persen, serta minyak goreng yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 2,13 persen dengan andil sebesar -0,0306 persen.  (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved