Mata Lokal Memilih

Soal Isu Presiden Dari Jawa atau Non-jawa, Dekan II Fisip Unair Tegas Dukung Pemilu Damai dan Bersih

Isu-isu Presiden Harus dari Jawa sudah mulai terdengar ditelinga masyarakat jelang Pemilu 2024 mendatang.

Editor: Ikbal Nurkarim
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Tribun Network menggelar Talkshow bertajuk "Memilih, Damai Yang Muda Yang Primordial?" di Kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat Sore (2/12/2022). Tangkal Isu-isu Presiden Harus dari Jawa sudah mulai terdengar ditelinga masyarakat jelang Pemilu 2024 mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tangkal isu presiden Jawa atau Non-jawa, Dekan II Fisip Unair tegas dukung Pemilu damai dan bersih.

Pesta demokrasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden Indonesia bakal kembali digelar.

Tercatat pelaksanaan Pemilu kurang lebih dua tahun lagi di tahun 2024.

Namun, bangsa Indonesia sudah dihadapkan dengan pesta demokrasi, dengan nuansa Pemilu rasanya sudah mulai dirasakan masyarakat.

Baca juga: Presiden Masuk Klaster Pertama Penghuni IKN Nusantara Bersama 5 Kelompok Ini

Seperti isu-isu "Presiden Harus dari Jawa" bahkan sudah mulai terdengar ditelinga masyarakat.

Terlebih berdasarkan fakta sebagai pulau terbesar di Indonesia, Jawa selalu melahirkan pemimpin bangsa atau Presiden RI.

Sebagai media yang peduli dengan isu tersebut, Tribun Network menggelar Talkshow bertajuk "Memilih, Damai Yang Muda Yang Primordial?" di Kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat Sore (2/12/2022).

Acara ini dibuka oleh Vice General Manager Businnes Harian Surya, Adi Widodo.

Dia berharap dengan adanya diskusi kali ini dapat membantu masyarakat untuk menentukan pilihan di Pemilu 2024.

"Semoga dapat membantu masyarakat untuk menentukan pilihan pada Pemilu 2024, sesuai dengan pilihan hati masing-masing," ungkapnya dikutip dari Surya.co.id.

"Karena secara hukum, siapa pun bisa menjadi Presiden, siapa pun bisa menjadi anggota dewan. Semua orang, asal warga negara Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memilih dan dipilih," imbuhnya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Dampingi Presiden Jokowi Hadiri HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional di Solo

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dari Surabaya.

Mereka terlihat sangat antusias menyimak diskusi yang diisi oleh beberapa narasumber yang ahli di bidangnya.

Di antaranya Fachry Ali (Pengamat Ekonomi Politik), Yohan Wahyu (Peneliti Litbang Kompas), Airlangga Pribadi Kusman (Dosen Fisip Unair), Pradipto Niwandhono (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unair).

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved