Viral Pengakuan Ismail Bolong

KPK Dalami Keterlibatan Kepala Bareskrim Polri dan Tan Paulin di Tambang Ilegal Batubara di Kaltim

Dugaan keterlibatan Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan Tan Paulin dalam tambang batubara ilegal di Kalimantan Timur akan mulai diusut

Editor: Samir Paturusi
Kolase Tribunnews/TribunKaltim/Ismail Usman
Dugaan keterlibatan Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan Tan Paulin dalam tambang batubara ilegal di Kalimantan Timur akan mulai diusut. 

TRIBUNKALTIM.CO- Dugaan keterlibatan Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan Tan Paulin dalam tambang batubara ilegal di Kalimantan Timur akan mulai diusut.

Bahkan saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mulai mendalami laporan masyarakat tersebut. 

"Kami baru menerima laporan, jadi baru, belum kami mengumpulkan alat bukti, baru menerima. Selanjutnya, kami telaah ya," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada awak media, Senin (5/12/2022).

Menurut dia, KPK perlu mengecek ulang laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi kegiatan tambang batu bara ilegal dimaksud.

Makanya, kata dia, KPK saat ini sedang mengumpulkan bukti-buktinya.

Baca juga: Ismail Bolong Menghilang Usai Viral, Kapolri Perintahkan Pencarian Terus Dilakukan

Baca juga: Istri dan Anak Sudah Diperiksa Soal Tambang Ilegal, Ismail Bolong Masih Diburu

"Perlu dicek ulang sepertinya ada laporan tentang dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Tetapi kami perlu masih melakukan proses pengumpulan alat bukti, baik PLPM maupun di penyelidikan. Jadi, kami masih melakukan proses itu ya," kata Nurul Ghufron.

Sebelumnya, Koalisi Soliditas Pemuda Mahasiswa (KSPM) melaporkan dugaan beking tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur yang sempat dibongkar Aiptu (Purn) Ismail Bolong.

Dimana, dugaan beking tambang ilegal yang dilaporkan KSPM ke KPK tersebut menyeret nama Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

"Iya (buat laporan). Kami menyampaikan aspirasi sekaligus menyampaikan beberapa data terkait dengan kasus penyuapan tambang ilegal di Kalimantan Timur," ujar Koordinator KSPM Giefrans Mahendra di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Giefrans dan rekan-rekannya mengaku resah soal adanya keterlibatan oknum petinggi Polri dalam beking tambang batu bara ilegal di Kaltim.

Oleh karenanya, KSPM meminta KPK untuk turun tangan mengusut dugaan tambang ilegal tersebut.

"Tentunya adalah termasuk kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur yang baru-baru ini sempat viral melibatkan beberapa oknum pejabat salah satu yang kemudian diduga paling kuat adalah Kabareskrim Mabes Polri," terangnya.

Dugaan penambangan ilegal di Kaltim tersebut sempat diungkit oleh mantan anggota Satuan Intelkam Polres Samarinda Aiptu Ismail Bolong.

Video Ismail sempat beredar di media sosial yang mengaku melakukan pengepulan dan penjualan batu bara ilegal tanpa izin usaha pertambangan (IUP) di wilayah hukum Kaltim dengan keuntungan sekitar Rp5 miliar-Rp10 miliar setiap bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved