Memilih Damai

Meutia Hatta Tegaskan Indonesia Harus Diwariskan ke Anak: Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

Putri proklamator Indonesia Mohammad Hatta, yakni Meutia Hatta banyak menyerap dan mengamalkan ilmu dari sang ayah.

Editor: Heriani AM
Capture Wartakotalive
Meutia Hatta dalam talkshow Memilih Damai di Universitas Al Azhar, Kamis (8/12/2022). Meutia mengikuti ajaran ayahnya Bung Hatta, tak menawar saat membeli buah. 

TRIBUNKALTIM.CO - Putri proklamator Indonesia Mohammad Hatta, yakni Meutia Hatta banyak menyerap dan mengamalkan ilmu dari sang ayah.

Ajaran dari Mohammad Hatta itu, diaplikasikan Meutia Hatta dalam kehidupan sehari-hari.

Ya, siapa yang tak mengenal sosok Mohammad Hatta?

Ia adalah negarawan dan ekonom yang menjabat sebagai wakil presiden pertama RI.

Diungkap oleh Meutia Hatta, bahwa banyak nilai-nilai kecil namun berharga yang bisa diamalkan dari kebiasaan sang tokoh.

Baca juga: Pilpres 2019 Jadi Modal Sandiaga Uno Ingin Kembali Bertarung 2024

Hal itu diungkapkan Meutia Hatta saat acara talkshow Memilih Damai, Kamis (8/12/2022), mengutip WartaKotalive.com dengan judul Talkshow Memilih Damai, Meutia Hatta Ikuti Ajaran Ayah, tak Menawar saat Membeli Buah

Acara itu diselenggarakan Tribun Network melalui Tribunnews,com dan Warta Kota Network, anak usaha Kompas Gramedia Grup.

Tema talkshow tersebut adalah Membedah Genealogi Presiden dari Masa ke Masa, Mesti Darah Jawa kah? digelar di Universitas Al Azhar Jakarta, Jalan Sisimangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selain Meutia Hatta, hadir pula Dekan FISIP Universitas Indonesia, Prof. Dr. Drs. Semiarto Aji Purwanto, M.Si, Dekan FISIP Universitas Al Azhar, Heri Herdiawanto, Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu dan Founder Lingkar Madani Ray Rangkuti.

Moderatornya Pemimpin Redaksi Warta Kota, Domu Ambarita dan host Paramitha Soemantri

Dalam kesempatan itu Meutia Hatta menyampaikan tentang warisan yang diberikan kepada anak-anaknya.

Warisannya adalah orang Indonesia harus menjadi tuan di negeri sendiri.

Baca juga: Suku tak Muncul dalam Survei Kompas untuk Pilpres 2024, Publik tak Jadikan Pertimbangan Berpolitik

Maksudnya adalah Pancasila adalah nilai budaya dan kebudayaan nasional yang digunakan orang Indonesia dalam berinteraksi dalam kerkehidupan dan berkembangsaan.

Sebab itu, Pancasila harus ada di dalam jiwa sebagai akhlak.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved