Berita Balikpapan Terkini

PT PHSS Berikan Akses Air Bersih Untuk 354 KK Melalui Inovasi WSS di Desa Saliki, Kutai Kartanegara

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) melancarkan kegaitan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui program WSS di Desa Saliki, Kukar

Penulis: Niken Dwi Sitoningrum | Editor: Aris
HO/PT PHI
WSS Saliki, inovasi PT PHSS telah berikan manfaat akses air bersih untuk 354 KK di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. (HO/PT PHI) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) terus berupaya melancarkan kegaitan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui program Water Supply Sistem (WSS) Saliki, di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.

PHSS berhasil mendampingi masyarakat Desa Saliki dalam pengelolaan air bersih melalui inovasi biofilter arang aktif dari limbah kelapa sebagai penjernih alami yang ramah lingkungan.

Program WSS adalah program CSR PHSS dalam penyediaan fasilitas air bersih berbasis masyarakat yang diintegrasikan dengan layanan air minum yang dikelola oleh BUMDES Mekar Sejati Desa Saliki.

Program WSS Saliki yang telah beroperasi sejak tahun 2018, saat ini berhasil melayani suplai air bersih kepada 326 rumah tangga.

Baca juga: 65 Tahun Eksistensi Pertamina Kalimantan Timur Salurkan BBM dan LPG hingga ke Pelosok Negeri

Ketua UMKM Amplang yang juga merupakan warga Desa Saliki H. Siti Aisyah menceritakan kondisi air di Desa Saliki sebelum adanya bantuan dari PHSS.

Sebelum implementasi inovasi ini, masyarakat Desa Saliki kesulitan mendapat air bersih, yang mana satu sumur pun harus bergantian dengan 5 rumah lain.

Namun demikian, keterbatasan ini tidak menghalangi masyarakat Desa Saliki untuk terus berjuang mencari sumber air bersih.

“Sejak ada bantuan dari PHSS, masyarakat tidak lagi susah mendapat air bersih seperti untuk mencuci baju anak,” ungkap Siti Aisyah melalui siaran pers yang diterima Tribunkaltim.co, Jumat (9/12/2022).

Baca juga: Pertamina Gelar Lomba Mewarnai dan Membuat Poster

Supervisor Plant Operations Farid Anwar menjelaskan, inovasi biofilter WSS Saliki ini dapat dipastikan menghasilkan air bersih yang memenuhi baku Permenkes Nomor 32 tahun 2017, sehingga aman digunakan seluruh warga Saliki.

“Eco Inovasi ini merupakan pemanfaatan biofilter arang aktif yang ramah lingkungan, melalui pengelolaan air bersih secara kolektif melalui BumDes Mekar Sari,” ungkap Farid.

Kepala Desa Saliki, Saliansyah mengungkapkan, Pemerintah Desa Saliki sangat mengapresiasi PHSS dalam upayanya mengembangkan Program WSS, sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih yang selama ini sulit didapatkan.

“Kami ikut bangga atas pencapaian ini yang merupakan buah kerja sama yang baik antara PHSS, pemerintah desa dan Kelompok Pengelola Sarana Pengelola Air Minum (KPSPAM),” ujar Saliansyah.

Baca juga: Pertamina Balikpapan Bagikan 100 Life Vest untuk Keselamatan Nelayan

Manager PHSS Field Ade Diar Suhendar menyampaikan, PHSS senantiasa berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Terutama, masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan program-program CSR perusahaan sehingga mampu menciptakan manfaat dan nilai yang dinikmati bersama (creating shared value).

“Harapannya agar Desa Saliki dapat menjadi desa mandiri dalam menyediakan air bersih, dan dapat menjadi contoh bagi desa yang lain khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejak replikasi program WSS Saliki tahun 2020, telah terpasang 160 sambungan air di Desa Samberah serta replikasi Mini WSS di Kampung Nilam Center untuk 148 calon penerima air bersih,” tambah Ade.

Baca juga: PT Pertamina Lubricants Tingkatkan Keakraban dan Tali Silaturahmi Bersama Pemilik Outlet

Ia juga menambahkan, beragam usaha perekonomian daerah pun semakin maju antara lain dengan munculnya 3 kelompok pengepul pembersihan udang dan kepiting, 4 kelompok usaha amplang, 3 kelompok warung makan, WSS Usaha Depo Air Minum Isi Ulang “SIAGARO”, serta salon kecantikan dan laundry.

Tahun ini, PHSS pun berkesempatan menjadi kandidat Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Sebagai informasi, Proper Emas merupakan tingkat penganugerahan tertinggi yang memiliki arti bahwa perusahaan telah melakukan pengelolaan terhadap lingkungan melebihi dari yang disyaratkan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved