Minggu, 19 April 2026

Jembatan Mahakam Ditabrak Ponton

PT Pelindo Sebut Jalur di Bawah Jembatan Mahakam Samarinda Jadi Ancaman

Insiden Jembatan Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur ditabrak kapal tongkang batubara untuk yang kesekian kalinya menjadi atensi bagi berbagai pihak t

Penulis: Rita Lavenia |
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Pelindo menyebut alur pengolongan di Jembatan Mahakam merupakan alur pelayaran terkecil, ancaman tubrukan selalu menghantui setiap kegiatan pemanduan. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Insiden Jembatan Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur ditabrak kapal tongkang batubara untuk yang kesekian kalinya menjadi atensi bagi berbagai pihak terkait, terutama PT Pelabuhan Indonesia atau PT Pelindo yang menyediakan jasa pandu dan mengatur kegiatan pengolongan.

Belajar dari kejadian ke sekian kalinya yang terjadi pada Jumat (23/12/2022) lalu itu, General Manager PT Pelindo IV Samarinda, Jusuf Junus mengatakan, pihaknya telah menyediakan corrective action atau solusi untuk mengantisipasi insiden tersebut.

Di mana pihaknya akan menambahkan personel pandu yang awalnya hanya 2 orang menjadi 3 orang.

"Pilot boat (kapal tunda) juga akan kita tambahkan yang awalnya hanya 1 menjadi 2 kapal," ujar Jusuf Junus saat dikonfirmasi Minggu (1/1/2023).

Selain itu tempat naik pandu akan diperdekat dengan jembatan, yakni di sekitar Big Mall Samarinda.

Baca juga: BBPJN Kaltim Sebut Kerugian akibat Pilar 3 Jembatan Mahakam Ditabrak Tongkang Capai Rp 450 Juta

"Kita tambah jadi jarak pemandunya tidak terlalu jauh," tuturnya.

Meski sedang disorot, Jusuf Junus mengatakan Pelindo menjadikan hal tersebut sebagai masukan bagi mereka untuk memberikan pelayanan terbaik.

Ia menyebutkan setiap harinya ada 40 kapal naik dan turun dari dan ke Ulu Mahakam yang artinya per harinya hampir 100 kapal yang mereka pandu.

Mereka juga mencatat kejadian tongkang menabrak pilar Jembatan Mahakam terakhir terjadi pada 6 Januari 2020 lalu.

"Artinya tiga tahun baru ada kejadian lagi. Jadi menurut kami kegiatan pengolongan kita masih bagus," katanya.

Baca juga: Bukan Faktor Alam, Polisi Tegaskan Penyebab Tongkang Tabrak Jembatan Mahakam karena Kelalaian Pandu

Selain itu, ia mengemukakan gawang atau alur pengolongan di bawah Jembatan Mahakam sangatlah kecil, sangat berbeda dengan jembatan lain di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda ini.

"Jadi setiap lewat di situ memang ancaman," imbuhnya.

Meski begitu ia mengatakan insiden tersebut jelas menjadi evaluasi mereka agar jangan sampai lagi terulang kejadian yang sama.

"Tentu jadi evaluasi dan kami buatkan corrective actionnya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved