Berita Kaltim Terkini
Inflasi Kaltim Desember 2022 Tercatat 0,23 Persen
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,23 persen sepanjang Desember 2022
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) mencatat inflasi sebesar 0,23 persen sepanjang Desember 2022.
Pada Bulan Desember 2022 dari 90 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, semua kota mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Bandung sebesar 2,04 persen, dan Inflasi terendah sebesar 0,01 persen terjadi di Sorong.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana menerangkan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) dan tahun ke tahun (year-on-year/yoy), inflasi di Kaltim mencapai 5,35 persen (gabungan 2 Kota, Samarinda dan Balikpapan).
"Kedua Kota IHK Kaltim juga mengalami Inflasi yakni Samarinda sebesar 0,26 persen dan Balikpapan sebesar 0,20 persen," ungkapnya, Rabu (4/1/2023).
Baca juga: Tekanan Inflasi Diprediksi Meningkat, Faktor Cuaca dan Permintaan Masyarakat di Akhir Tahun
Baca juga: Beri Subsidi Ongkos Angkut, Cara Pemprov Kaltim Kendalikan Inflasi Dampak Kenaikan BBM Jelang Nataru
Terdapat lima kelompok mengalami inflasi, empat kelompok mengalami deflasi dan dua lainnya terpantau stabil dari total 11 kelompok pengeluaran pada Desember 2022.
“Kelompok yang memberi andil inflasi yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,14 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,07 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen," terangnya.
Disusul, kelompok kesehatan menyumbang andil inflasi sebesar 0,01 persen dan kelompok perumahan, air, listrik serta bahan bakar rumah tangga sebesar 0,004 persen.
Sementara, kelompok yang memberikan andil deflasi yakni kelompok transportasi, kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,0191 persen.
Lalu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0111 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,0003 persen.
"Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan pada Desember 2022 cenderung stabil," lanjut Yusniar.
Yusniar turut menyampaikan, bahwa komponen energi di Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 117,28.
Sedangkan, Kota Samarinda tercatat sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 113,66.
“Komponen bahan makanan pada Desember 2022 di Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dengan IHK sebesar 115,98 dan di Kota Samarinda komponen bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,52 persen dengan IHK sebesar 115,77,” ungkapnya.
Secara spasial, dia menuturkan bahwa dari 12 kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan seluruhnya mengalami inflasi.
“Inflasi tertinggi terjadi di Banjarmasin sebesar 0,72 persen dengan IHK 117,05 sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor yaitu sebesar 0,19 persen dengan IHK 113,23,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Ricky Perdana Gozali, menerangkan, peningkatan pada harga pangan disebabkan tingginya permintaan saat momentun Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.
Baca juga: Kanwil V KPPU Balikpapan Lakukan Penegakan Hukum hingga Pengendalian Inflasi
Khusus komoditas holtikultura, harga meningkat didorong musim hujan dan selesainya puncak panen.
"Selain itu kelompok makanan, kelompok minuman dan tembakau juga mengalami peningkatan harga," sebutnya.
Kondisi berbanding terbalik di kelompok transportasi. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,13 persen dari bulan sebelumnya sebesar 0,07 persen (secara month to month/mtm).
Ricky menjelaskan, penurunan harga di kelompok transportasi disebabkan adanya beberapa rute penerbangan baru, baik masuk maupun keluar Kaltim.
Selain itu, deflasi kelompok transportasi juga dipengaruhi normalisasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM.
Tim pengendali inflasi daerah (TPID) di Kaltim punya program bernama Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk mengendalikan inflasi dan mengantisipasi kenaikan harga komoditas.
"Salah satu upayanya adalah bersinergi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang. Agar distribusi lancar, ongkos angkutan komoditas pangan strategis diberi subsidi," terang Ricky.
Pada Desember 2022, TPID Kaltim dan kabupaten/kota juga mengadakan operasi pasar atau pasar murah.
Kegiatan ini untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, ada juga penyerahan bantuan sosial sebagai bentuk realisasi dana transfer umum (DTU) senilai Rp 40 miliar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/inflasi-dagang.jpg)