Prakiraan Cuaca
Cuaca Ekstrem 20-25 Januari 2023, Terjadi Siang hingga Sore, Ini Imbauan BMKG
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
TRIBUNKALTIM.CO - Cuaca ekstrem 20-25 Januari 2023, terjadi siang hingga sore, ini imbauan BMKG.
Cuaca ekstrem diprediksi terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, peringatan dini potensi cuaca ekstrem ini berupa hujan intensitas sedang hingga deras yang dapat disertai angin kencang dan kilat atau petir.
Baca juga: Tak Bisa Melaut Karena Cuaca Ekstrem, Nelayan di Manggar Balikpapan Isi Waktu Luang Kumpulkan Sampah
“Untuk sepekan ke depan, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat (deras) di wilayah Jabodetabek, terjadi terutama pada kisaran periode siang hingga sore hari masih harus diwaspadai,” ujar Guswanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/1/2023).
Untuk itu, bagi masyarakat yang akan bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah selama pekan ini, sebaiknya menyiapkan payung, jas hujan dan alat lain untuk memproteksi diri.
Sebab, curah hujan intensitas sedang hingga deras berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di sekitar wilayah tersebut, seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hingga gelombang tinggi.
Dilansir dari Kompas.com, terkait adanya potensi cuaca ekstrem ini, BMKG juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi antisipasi dampak yang bisa dilakukan pihak-pihak berwenang.
Baca juga: BPBD Kaltim Minta Masyarakat Siaga Ada Potensi Cuaca Ekstrem di 7 Daerah
Berikut ini sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan oleh BMKG mengenai cuaca ekstrem sepekan ke depan:
1. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem dan terjadinya bencana.
2. Instansi berwenang diminta memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
3. Instansi berwenang diminta melakukan penataan lingkungan dengan lebih baik untuk mencegah terjadinya bencana.
4. Instansi terkait diminta turut menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian akan informasi potensi cuaca ekstrem dan dampaknya.
5. Masyarakat dan stakeholder diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.
BPBD Kaltim Minta Masyarakat Siaga Ada Potensi Cuaca Ekstrem di 7 Daerah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur meminta masyarakat agar siap siaga hadapi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pemerintah Kabupaten dan Kota juga telah digandeng dalam kewaspadaan dengan kejadian yang tidak terduga yang kapan saja dapat terjadi.
"Kabupaten dan Kota harus siap siaga dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem atau ancaman bencana," sebut Kepala Seksi Penanganan Darurat (BPBD) Kaltim Sugeng Priyanto, Jumat (6/1/2023).
Sugeng juga menerangkan cuaca ekstrem seperti banjir dan angin puting beliung terjadi di 7 daerah Benua Etam.
Baca juga: Cuaca Kutai Timur Hari Ini, Sangatta Bakal Diguyur Hujan pada Malam Hari
Yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Penajam Paser Utara dan Kutai Barat.
Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim peta prakiraan daerah potensi banjir Kaltim berada di tingkat rendah dan menengah.
"Untuk tingkat rendah berada di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara serta Kutai Timur," ungkapnya.
"Kita sarankan kepada semua masyarakat untuk bisa memantau website BMKG Kaltim," sambung Sugeng.
Selain itu, pihaknya juga sudah membangun koordinasi bersama pemangku kepentingan kebencanaan lainnya.
Para petugas juga telah siap siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana untuk menangani berbagai laporan yang akan masuk nantinya.
"Kami juga meningkatkan pencegahan untuk menghadapi resiko bencana ketika ancaman ada disekeliling," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Cuaca-Ekstrem-291222.jpg)