Liga Italia

Kronologi Perjalanan Kasus Juventus Berujung Pengurangan 15 Poin, Terungkap Berkat Andil Ronaldo?

Sial nasib Juventus, di tengah upayanya bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Italia Serie A 2022-2023, kini mendapatkan sanksi berat.

Marco BERTORELLO / AFP
Cristiano Ronaldo saat membela Juventus. Berikut ini kronologi perjalanan kasus yang berujung pengurungan 15 poin kepada Juventus, benarkah ada peran Cristiano Ronaldo. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sial nasib Juventus, di tengah upayanya bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Italia Serie A 2022-2023, klub berjuluk Si Nyonya Tua itu justru dapat sanksi berat.

Sanksi berat bukan kali ini saja diterima Juventus, pada 2006 lalu klub yang identik dengan Hitam-Putih harus didegradasi ke Serie B, karena terlibat skandal Calciopoli.

Kini, Juventus harus kehilangan 15 poin, akibat dakwaan pelanggaran finansial.

Benarkah ini hanya sebuah konspirasi guna menjungkalkan Juventus? Berikut kronologinya

Keputusan hukuman pengurangan poin untuk Juventus dikeluarkan Pengadilan Banding Federal di Italia pada Jumat (20/1/2023).

Hangusnya 15 angka milik I Bianconeri di klasemen Liga Italia merupakan hasil ketok palu setelah melalui berbagai pertimbangan.

Saat awal-awal kasus dugaan pelanggaran finansial Juventus terkuak, muncul berbagai hipotesis soal jenis sanksi selain pengurangan poin.

Mulai dari larangan klub beraktivitas di bursa transfer, dikeluarkan dari kompetisi Eropa, skors berat bagi para petinggi, hingga yang terparah: ancaman degradasi ke Serie B.

Baca juga: Hasil Liga Italia Juventus vs Atalanta Skor 3-3, Danilo Jadi Penyelamat Bianconeri dari Kekalahan

Berikut ini kronologi jatuhnya sanksi bagi Juventus sejak permulaan investigasi yang dilakukan otoritas berwenang di Italia.

26 November 2021

- Kasus dugaan pelanggaran Juventus mulai merebak luas setelah dilakukan penggeledahan oleh Guardia di Finanzia (polisi keuangan Italia) di kantor klub.

Ada kejanggalan soal dokumen transfer pemain dan laporan keuangan periode 2019-2021.

- Tim investigasi Prisma dibentuk oleh Kantor Kejaksaan Umum Turin guna lebih mendalami kasus ini. Ada dua kasus yang jadi sorotan; bujet dalam plusvalenza (capital gain) dan manipulasi data gaji pemain.

- Istilah capital gain - secara harfiah keuntungan modal - bisa diartikan keuntungan yang didapat dari selisih harga beli dan harga jual suatu aset, dalam hal ini pemain yang ditransfer.

Halaman
1234
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved