Berita Samarinda Terkini

APBMI Buat Diklat Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di Pelabuhan Samarinda

Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua DPP APBMI, H. Juswandi Kristanto dan Sekretaris Umum Capt. A.J.D Korompis, Ketua DPW APBMI Kaltim

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Mohammad Fairus
Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) bersama Balai Pendidikan Transportasi Laut (BP2TL) gelar Diklat Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di Pelabuhan (IMBG Code), Selasa (24/1/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) bersama Balai Pendidikan Transportasi Laut (BP2TL) gelar Diklat Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di Pelabuhan.

Diklat kali ini sendiri dilaksanakan di Kota Samarinda, Provinsi Kaltim, tepatnya Ballroom Hotel MJ, Selasa (24/1/2023).

Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua DPP APBMI, H. Juswandi Kristanto dan Sekretaris Umum Capt. A.J.D Korompis, Ketua DPW APBMI Kaltim, H. Tekka Singko.

Serta yang mewakili KSOP Kelas II Samarinda, Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, dan para peserta yang keseluruhan berjumlah 53 orang.

Baca juga: Ekspor Kaltim Periode Januari-Oktober 2022 Naik, Terbesar Berasal dari Pelabuhan Samarinda

Diklat sendiri dibuka, Kepala Seksi Gardik Fungsional BP2TL Darwis.

Diklat sendiri juga antuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai bentuk komitmen APBMI dalam menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 16 Tahun 2021.

"Tujuan diklat kali ini tentu kami ingin menerapkan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 16 Tahun 2021. Mengacu peraturan internasional maritim organisasi," jelas Juswandi Kristanto.

Diklat yang berlangsung selama 4 hari 24-28 Januari 2023, diisi dengan pemaparan teori pada hari pertama dan 3 hari selanjutnya dengan pengujian kepada para peserta.

Pengajar terdiri dari 4 orang dan penguji 8 orang dari BP2TL.

Kegiatan pengawasan dan pengangkutan berbahaya di pelabuhan selain tugas dan tanggung jawab instansi terkait juga pihak swasta yang tergabung dalam APBMI.

Tentunya harus berpedoman pada aturan yang berlaku secara nasional maupun aturan internasional seperti ketentuan yang dipersyaratkan dalam International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code

Pengawasan penanganan dan pengangkutan barang berbahaya berlaku tidak hanya di kapal saja, tetapi juga pada saat barang berbahaya diturunkan dari kapal dan disimpan sementara di area pelabuhan.

“Saya berharap agar para peserta Diklat kali ini dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS Warga Kawasan Pelabuhan Samarinda Dihebohkan dengan Penemuan Jasad Bayi

Sehingga materi yang disampaikan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman mereka.

"Pada persyaratan dasar dari IMDG Code serta tata cara menjalankannya," sambung Juswandi Kristanto.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kaltim, Ahmad Maslihuddin menyampaikan apresiasi atas inisiasi APBMI dan BP2TL dalam pelaksanaan diklat.

Hal ini guna implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 16 Tahun 2021 untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam penanganan barang berbahaya di pelabuhan.

“Selain itu sebagai upaya mencegah terjadinya insiden yang dapat menghambat kinerja pelabuhan akibat masalah penanganan barang berbahaya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved