Berita Kaltara Terkini

Grand Tarakan Mall Diminta Dikosongkan, Pengelola Pilih Temui Ketua Pengadilan Niaga di Surabaya

Para pemilik tenant di Grand Tarakan Mall sejak kemarin, Senin (23/1/2023) diminta untuk menghentikan aktivitas mereka

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Para pemilik tenant di Grand Tarakan Mall sejak kemarin, Senin (23/1/2023) diminta untuk menghentikan aktivitas mereka.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO- Para pemilik tenant di Grand Tarakan Mall sejak kemarin, Senin (23/1/2023) diminta untuk menghentikan aktivitas mereka.

Permintaan aktivitas dan pengosongan disampaikan melalui surat somasi dari kuasa hukum Tim Kurator PT Guhser Tarakan (dalam pailit), Daniel Hutabarat.

Namun demikian, Kuasa Hukum Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM), Benhard Manurung mengungkapkan, pada Selasa (24/1/2023) akan menghadap Ketua Pengadilan Niaga.

“Prosesnya itu barang siapa dirugikan, maka mengajukan surat ke Mahkamah Agung, setelah itu menghadap ke Pengadilan Niaga.Pengadilan niaga ada tiga. Surabaya, Bandung, tergantung wilayahnya tergantung Indonesia Timur. Tarakan masuk Surabaya. Nanti kami rencana Selasa akan menghadap ke Ketua Pengadilan Niaga untuk langsung melaksanakan memanggil para pihaknya,” ungkap Benhard.

Baca juga: Soal Grand Tarakan Mall, KPKNL Siap Lelang Jika Pihak Kurator Mengajukan Permohonan

Baca juga: Personel Damkar Evakuasi Serangan Lebah Madu Hutan di Grand Tarakan Mall, Begini Aksinya

Itu adalah langkah atau upaya hukum yang dilakukan pihaknya sebagai panasehat hukum dari pengelola Grand Tarakan Mall (GTM).

“Kami bukan menghadap, tapi surat kan sudah masuk. Sudah kami bersurat ke MA dan sudah ditembusin ke Pengadilan Niaga supaya Ketua Pengadilan Niaga Surabaya itu langsung memanggil para pihaknya (curator) untuk membatalkan kepailitan,” jelasnya.

Adapun terhadap somasi yang dilayangkan pihak curator, pihaknya juga nanti akan memasukkan gugatan.

“Kalau memasukkan gugatan itu nanti mba. Somasinya nanti akan kami gugat. Kalau ajukan ke MA sudah, balasannya sudah. Nah Selasa ini kami dipanggil supaya curator membatalkan pailit karena cacat hukum,” ujar Benhard.

Ia lebih jauh menejlaskan, alasan pihaknya akan melakukan gugatan juga atas somasi yang dilayakan kuasa hukum Tim Kurator PT Gusher Tarakan (dalam pailit) itu karena pihak klien keberatan.

“ Mereka (curator) tidak bisa dikatakan kepemilikan. Apalagi ada ancaman saya dengar juga melakukan penyegelan, apa dasarnya seorang pengacara kok somasi, memangnya dia siapa? Juru Sitakah? Apakah dia melalui putusan penyitaan, lelang atau apa, dan dia cuma mendampingi juga,” terangnya.

Baca juga: Kambing Asal Gorontalo Dilarang Masuk Tarakan, Peternak Datangkan dari Berau

Adapun nanti untuk balasan somasi melalui gugatan perdata yakni melawan hukum.

“Jadi informasi ini tolong dimasukkan, pelajari lagi di putusan pidananya itu jelas. Bahwasanya itu si Farul Siregar dan Si Mas Abimanyu mendapatkan surat kuasa dari kuasa dari kurator. Namanya itu, sekarang yang ngasih kuasa itu ke pengacara baru itu, si Fajrin. Di dalam BAP-nya Surabaya dan dakwaannya itu masuk namanya dia,” tegasnya.

Yang kedua, lanjut Benhard, di amar putusan itu lanjutnya, ada barang buktinya jelas. Mulai dari BB-nya kemudian pertama banding sampai kasasi dan PK itu disita oleh negara dan dianggap non identik cacat. “Jadi itu aja diperdalam,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Hari Ini Terakhir Deadline Pengosongan GTM Tarakan, Kuasa Hukum Pengelola Ajukan Pembatalan Pailit, https://kaltara.tribunnews.com/2023/01/23/hari-ini-terakhir-deadline-pengosongan-gtm-tarakan-kuasa-hukum-pengelola-ajukan-pembatalan-pailit.

Sumber: Tribun kaltara
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved