Berita Internasional Terkini
Tentara Asing yang Bantu Ukraina Ejek Militer Rusia, Yakini Bersama Pasukan Zelenskyy Pilihan Tepat
Tentara asing yang bantu Ukraina ejek militer Rusia. Yakini bersama pasukan Zelenskyy pilihan tepat.
TRIBUNKALTIM.CO - Simak informasi seputar perang Rusia vs Ukraina terkini.
Terbaru, tentara asing yang bantu Ukraina ejek militer Rusia.
Mereka meyakini bahwa bersama pasukan Zelenskyy merupakan pilihan tepat, dari situasi perang antara Rusia vs Ukraina.
Invasi Rusia ke Ukraina sudah memasuki waktu setahun, Jumat (24/2/2023), dan hingga kini tanda-tanda perang akan berakhir.
Meski begitu, sejumlah tentara asing Ukraina mengaku tak menyesal untuk bertempur lawan pasukan yang dipimpin Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Sejumlah warga asing dilaporkan ikut berperang membela Ukraina dari serangan Rusia yang dimulai sejak akhir Februari 2022.
Tak sedikit yang tewas, dan tertangkap oleh Rusia, namun seorang tentara asing Ukraina menegaskan keputusannya untuk bertempur melawan Rusia adalah tindakan yang benar.
Selengkapnya ada dalam artikel ini.
Baca juga: Jelang Setahun Invasi Rusia ke Ukraina, 1.500 Tank Kremlin Hancur, 544 Disita Kiev
Sosok yang dimaksud adalah Jason Mann, yang dijuluki Doc, dan berasal dari Carolina Utara, Amertika Serikat (AS).
Mann merupakan mantan prajurit marinir AS dan pernah bertugas di Afghanistan dan Irak.
Ia memimpin unit pasukan asing Ukraina yang disebut Phalanx dan bertugas di Vuhledar, kota yang menjadi salah satu posisi pertempuran antara Ukraina dan Rusia.
Mann sudah berada di Ukraina sejak 2022, dan tak menunjukkan tanda-tanda kehilangan komitmennya terhadap perang di Ukraina.
“Saya 100 persen solid. Tidak ada yang salah dengan tekad saya, taka da yang salah dengan perasaan saya tentang situasi ini. Saya berada di tempat yang tepat,” ujarnya dilansir dari CNN, Kamis (23/2/2023).
Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Mengisyaratkan akan Kirim Massal Rudal Hipersonik
Mann sendiri tentara pernah menjadi ahli perangkat lunak di Google, tetapi ia mengaku merasa terpanggil untuk untuk berjuang untuk kebebasan.
“Ini mendefinisikan kembali tatanan global saat kita berbicara. Ini adalah demokrasi versus otokrasi,” ujarnya.
“Apakah kita ingin membiarkan kediktatoran mengendalikan lebih banyak kehidupan orang di masa depan atau mencegahnya melakukan lagi?” tambah Mann.
Legiun Mann sendiri terafiliasi dengan Brigade ke-72 Ukraina dan bekerja secara regular dengan anggota Ukraina. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Tentara-Ukraina-duduk-di-atas-pengangkut-personel-lapis-baja-di-jalan-de.jpg)