Bocah Terseret Arus di Samarinda
BREAKING NEWS Asyik Bermain Banjir Bocah Kelas 3 SD di Samarinda Hilang Terseret Arus
Lepas dari pengawasan seorang bocah kelas 3 SD terseret arus saat bermain air kala banjir di Jalan Pasundan, Gang Cempaka
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Lepas dari pengawasan seorang bocah kelas 3 SD terseret arus saat bermain air kala banjir di Jalan Pasundan, Gang Cempaka, RT 30, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Senin (6/3/2023).
Dari informasi yang berhasil Tribunkaltim.co himpun di lapangan, kala itu korban bersama sejumlah rekannya datang ke kawasan tersebut sekitar Pukul 14.30 WITA.
Saat itu diketahui Kota Samarinda memang sedang diguyur hujan deras sehingga dengan cepat sejumlah kawasan tergenang air bahkan banjir, termasuk lokasi tempat Thoriq (nama korban) bersama rekannya bermain.
"Mereka berenangan pas lagi deras-derasnya air. Air sudah sebetis. Saya suruh berhenti ada yang lari, ada yang tinggal termasuk anak itu (korban)," kata Mina (50) warga setempat.
Baca juga: Basarnas Sisir Sejauh 500 Meter Cari Pemuda yang Tenggelam di Pulau Balik Buaya Samarinda
Baca juga: Breaking News: Pemuda Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda, Saksi Lihat Korban Lari dan Melompat
Setelah ditegur lanjut Mina, sejumlah anak diketahui pulang ke kediamannya dan beberapa di antaranya duduk di teras rumah warga.
"Kapan jatuhnya enggak tahu karena teman-temannya enggak ngomong," jelasnya.
Fidel (35) warga lainnya pun menimpali. Mereka menduga bocah malang itu terjatuh sekitar Pukul 15.00 WITA, yang mana tinggi air sudah menutupi batas drainase dan jalan.
"Ada anak-anak lari. Tapi mereka enggak bilang kalau temannya jatuh. Baru tahu pas jam 5 sore orangtuanya datang cari. Di situ baru teman-temannya bilang jatuh ke dalam parit," jelas Fidel.
Pasca kejadian itu warga setempat pun berupaya melakukan pencarian pada Pukul 17.30 WITA namun tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Kronologis Korban Tenggelam saat Berenang di Pantai Banua Patra Balikpapan
Terlihat juga di lokasi kejadian ibu dari korban dengan menggunakan pakaian serba hitam dan jilbab pink terduduk lesu sambil terus mengusap air matanya.
Saat ini Unit Siaga SAR Samarinda dan personel dari Polsek Samarinda Ulu juga telah tiba untuk mengumpulkan data dan melakukan operasi pencarian hari pertama. (*)