Rabu, 20 Mei 2026

IKN Nusantara

Basuki Beber Biaya Perbaikan Jakarta Lebih Besar Dibanding Bangun IKN Nusantara

Basuki Hadimuljono beber biaya perbaikan Jakarta lebih besar dibanding bangun IKN Nusantara

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Daya dukung Jakarta menjadi salah satu alasan Pemerintah memutuskan pemindahan Ibu Kota Negara ke IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Kini, Pemerintah sedang gencar memersiapkan infrastruktur Ibu Kota Nusantara.

Kepada perwakilan Korea Selatan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Pemerintah sangat serius dalam mengembangkan IKN karena daya dukung Jakarta sebagai ibu kota negara sangatlah terbatas.

Mulai dari ketersediaan air baku, penduduk, pengembangan ekonomi, transportasi dan lain-lain.

"Kalau kita ingin improve (memperbaiki) Jakarta dari segala hal, at all cost jauh lebih mahal daripada mengembangkan IKN.

Di samping itu, Pemerintah juga ingin lebih memeratakan pembangunan di Indonesia,” jelasnya dilansir dari Kompas.com.

Diketahui, Kementrian PUPR mengajak investor Korea Selatan membangun Ibu Kota Nusantara di Provinsi Kaliantan Timur .

Basuki Hadimuljono mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan Korsel telah terjalin cukup lama.

Terlebih, sebelumnya Kementerian PUPR telah bekerja sama dengan K-Water yang telah memiliki pengalaman, teknologi, dan kapabilitas yang sangat baik dalam sektor pengelolaan air.

Selain itu, Indonesia dan Korsel juga memiliki nota kesepahaman tentang Kerja Sama Teknis Pemindahan dan Pembangunan IKN yang akan menjadi landasan mekanisme bilateral.

Lalu, menjadi dasar bagi perusahaan-perusahaan Korsel agar aktif berkontribusi dalam bekerja sama membangun IKN Nusantara.

Maka dari itu, digelarnya Korea-Indonesia New City Cooperation Forum oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi (Ministry of Land, Infrastructure, and Transport) Korsel menjadi starting point (poin permulaan) kerja sama kedua belah pihak, terutama dalam pengembangan IKN.

"Kita sudah punya MOU sebagai landasan kerja sama. Dan personally, kami sangat nyaman dan terbuka kalau bekerja sama dengan Korsel,” kata Basuki dikutip dari siaran pers, Jumat (17/3/2023).

Sementara, Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Won Hee-Ryong berharap, melalui forum ini kedua negara dapat menciptakan nilai-nilai dan peluang kerja sama baru, serta berbagi pengalaman masing-masing sehingga ada transfer knowledge (berbagi pengetahuan).

“Saya berharap kedua negara akan terus aktif bekerja sama dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik, serta koneksi antara Indonesia dan Korsel dapat terjalin lebih erat,” tutur Won. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved