Jumat, 8 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

120 Ton Solar Tumpah Akibat Kapal LCT Tenggelam di Desa Tabur Lestari Nunukan

Sebanyak  120 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tumpah di Desa Tabur Lestari, Kecamatan Sei Menggaris Nunukan

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kapal Landing Craft Tank (LCT) bermuatan 120 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tenggelam di Pangkalan 3 PT Nunukan Jaya Lestari (NJL), Desa Tabur Lestari, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kamis (20/04/2023), sekira pukul 03.45 Wita.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Sebanyak  120 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tumpah di Desa Tabur Lestari, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (20/04/2023), sekira pukul 03.45 Wita.

Hal ini terjadi setelah Kapal Landing Craft Tank (LCT) tenggelam di Pangkalan 3 PT Nunukan Jaya Lestari (NJL).

Kasat Polairud Polres Nunukan, Iptu Mario Pangihutan Sirait mengatakan, kapal berjenis SPOB bermuatan BBM jenis solar itu merupakan milik PT Buana Olim Sejahtera, Samarinda.

Kapal LCT itu sempat bersandar di Pangkalan 3 PT NJL, Sei Menggaris, sejak Rabu (19/04/2023), namun pada Kamis dini hari, kapal pengangkut solar itu tenggelam.

Baca juga: Basarnas Balikpapan Kembali Evakuasi Korban Kapal Tenggelam yang Terjebak di Dek Kapal

Baca juga: Info Kapal Tenggelam di Teluk Adang Terbilang Lamban, Keluarga Korban Baru Tahu 6 Hari usai Kejadian

"Jadi dini hari tadi, seorang ABK (anak buah kapal) melihat kapal itu miring. Sehingga ABK coba membangunkan kapten dan ABK lainnya agar menghidupkan mesin dengan maksud untuk memindahkan LCT," kata Mario Pangihutan Sirait

Namun aksi kapten kapal terlambat, karena arus air yang deras telah masuk ke buritan kapal, sehingga perlahan tenggelam.

Mario menuturkan kapal LCT bermuatan BBM jenis solar itu tenggelam secara menyeluruh pada pukul 06.20 Wita.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materiil akibat tenggelamnya kapal LCT ditaksir mencapai Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).

"Kami terima laporan dari Polsubsektor pukul 08.45 Wita. Kami sudah koordinasi juga kepada KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan)," ucapnya.

Sampai sekarang kata Mario, Polairud bersama Reskrim Polres Nunukan masih mendalami sebab tenggelamnya kapal bermuatan BBM tersebut.

"Kami duga kuat itu karena ada bagian kapal yang bocor. Sehingga air masuk. Tapi masih selidiki untuk penyebab pastinya. Untuk surat-surat kapal juga masih kami cek," ujarnya.

Mario menyampaikan bahwa BBM jenis solar sebanyak 120 ton tersebut, dibawa dari Samarinda untuk kebutuhan PT NJL di Sei Menggaris.

Baca juga: Satu Korban Kapal Tenggelam di Desa Saliki Kutai Kartanegara, Akhirnya Ditemukan 4 Km dari TKP

"Tenggelamnya kapal bermuatan BBM di Sei Menggaris itu sudah pasti mencemari sungai. Kapten dan enam orang ABK saat ini diamankan Polsubsektor. Sembari kami selidiki penyebab tenggelamnya kapal," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT NJL belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul BREAKING NEWS - Kapal LCT Pengangkut 120 Ton Solar Tenggelam di Nunukan, Kerugian Rp5 Miliar, https://kaltara.tribunnews.com/2023/04/20/kapal-lct-pengangkut-120-ton-solar-tenggelam-di-nunukan-kerugian-ditaksir-capai-rp5-miliar?page=all.

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved