Minggu, 3 Mei 2026

Berita Viral

Gudang Solar Ilegar Diduga Milik AKBP Achiruddin Hasibuan Digeledah Viral, Digembok Rantai Besi

Penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan terhadap seorang mahasiswa bernama Ken Admiral berimbas pada karier sang ayah, AKBP Achiruddin Hasibuan.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Kolase Tribunnews
Sosok AKBP Achiruddin Hasibuan, perwira menengah Polda Sumut yang anaknya jadi tersangka penganiayaan. Penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan terhadap seorang mahasiswa bernama Ken Admiral berimbas pada karier sang ayah, AKBP Achiruddin Hasibuan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan terhadap seorang mahasiswa bernama Ken Admiral berimbas pada karier sang ayah, AKBP Achiruddin Hasibuan.

Ia dicopot dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumut.

Imbas viralnya video sang anak, Aditya Hasibuan yang menganiaya seorang mahasiswa, Ken Admiral, AKBP Achiruddin Hasibuan pun jadi sorotan.

Sebuah gudang diduga menjadi tempat pengoplosan solar bersubsidi di Jalan Guru Sinumba, Kecamatan Medan Helvetia, Medan Sumatera Utara (Sumut), digeledah pada Kamis (27/4/2023) siang, mengutip Tribunnews.com dengan judul VIDEO Gudang Solar Ilegal Diduga Milik AKBP Achiruddin Hasibuan Digeledah Hingga Respon Polda Sumut.

Diduga gudang ini adalah milik AKBP Achiruddin Hasibuan, ayah Aditya Hasibuan pelaku penganiayaan mahasiswa di Medan.

Baca juga: Aditya Hasibuan Tersangka, Kekayaan AKBP Achiruddin Hasibuan Disorot, Warga Sebut Punya Gudang Solar

Saat ini AKBP Achiruddin Hasibuan telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. 


Tribun-Medan.com (Tribun Network) melaporkan, penggeledahan dilakukan menyusul adanya laporan warga karena menganggap tempat itu digunakan sebagai penyimpanan dan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Situasi Gudang

Adapun situasinya, gudang nampak masih digembok menggunakan rantai besi.

Pantauan di lokasi, terlihat polisi membuka paksa gembok gudang.

Pada bagian gudang pertama terlihat dua tangki BBM berwarna biru dan hijau.

Kemudian di sekitarnya ada sekitar enam tangki plastik diduga berisi solar.

Turut terlihat pula selang yang diduga untuk memindahkan BBM dari tangki plastik ke tangki besi.

Di ruangan sebelahnya, terdapat dua tangki besi berkapasitas 16.000 liter juga terlihat di dalam.

Selain itu, ada pula empat sepeda motor di lokasi.

Baca juga: Sosok Yeti Kurniati, Istri AKBP Achiruddin Hasibuan, Sebut Aditya dan Ken Admiral Hanya Duel Biasa

Respons Polda Sumut

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan akan berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Sumut soal gudang diduga tempat  dan pengoplosan solar bersubsidi milik AKBP Achiruddin Hasibuan, dikutip dari Tribum-Medan.com.

Pihaknya akan menindaklanjuti kebenaran ini, jika memang mengindikasi ke arah perbuatan melanggar hukum.

"Informasi itu nanti akan kita koordinasikan dengan Krimsus."

"Karena kita tangani pidana umumnya,"kata Direskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono.

Laporan Warga

Mengutip Tribun-Medan.com, laporan gudang solar ini disampaikan warga Jalan Guru Sinumba, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia.

Warga merasa resah karena aroma solar menyengat hingga di luar gudang.

Bahkan sampai ke pemukiaman warga.

Gudang diduga tempat penyimpanan dan pengoplosan BBM solar ini diduga ilegal.

Adapun jarak gudang ini berjarak tidak jauh dari rumah.

Yakni kurang lebih 300 meter ke kiri dan berjarak beberapa rumah dari kediaman AKBP Achiruddin Hasibuan.

AKBP Achiruddin Hasibuan Bersitegang dengan Ayah Ken

Dalam wawancara sebelumnya, Elvi Indri mengaku tidak ada iktikad baik dari para pelaku.

Saat ditemui, Elvi Indri mengatakan AKBP Achiruddin Hasibuan ayah dari tersangka penganiayaan sempat mendatangi kediamannya dengan tujuan untuk meminta maaf.

Namun, bukannya berdamai, Achiruddin malah meluapkan emosinya dengan kasar kepada keluarga Ken Admiral.

"Kebetulan pernah bapak Achiruddin datang kerumah kami tanggal 29 Desember 2022, tetapi sampai disana, mungkin pak Achiruddin emosi jadi akhirnya ribut dirumah saya," kata Elvi, Selasa (25/4/2023).

"Ya tidak ada rasanya perdamaian lagi, karena seharusnya pak Achiruddin jangan marah-marah kan pak dirumah saya. Akhirnya ribut, bicaranya mulai kotor, akhirnya ya tidak ada apa-apa," sambungnya.

Elvi pun menceritakan, awal mula hingga akhirnya Achiruddin Hasibuan meluapkan emosinya dan berkata kasar saat kedatangannya tersebut.

Awalnya, suami Elvi Indri yang bernama Zulkifli mengatakan tidak terima atas apa yang dilakukan Aditya terhadap anaknya.

Tapi, Achiruddin Hasibuan malah membalas hal tersebut dengan mengatakan ketidakterimaanya dengan bahasa kasar.

"Suami saya bilang, anak saya baru pulang sekolah, belum pun saya jumpa, begitu saya jumpa udah hancur mukaknya, gak bisalah saya terima pak.

Baru pak Achiruddin bilang, saya juga gak bisa terima anak saya kok dik**tol-k**tolin, di situ langsung jadi panas, akhirnya ributlah disitu, suami saya pergi, pak Achiruddin balek (meninggalkan rumahnya)," kata Elvi menceritakan suasana saat AKBP Achiruddin Hasibuan mendatangi kediamannya.

Akibat kejadian tersebut, hingga hari ini, keluarga korban tidak menerima itikad baik ataupun permintaan maaf dari pelaku penganiayaan.

Baca juga: Rumah AKBP Achiruddin Hasibuan Digeledah Penyidik Polda Sumut Imbas Anaknya Aniaya Ken Admiral

Ketika ditanya apakah keluarga korban mendapat intimidasi dari pelaku, Elvi mengaku tidak mendapatkan hal tersebut.

Sambil menangis, Elvi mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumut atas kinerja yang membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan keluarga.

"Sesudah itu, kami berharap dari Polrestabes, mungkin di Polrestabes lama ya, sampai akhirnya kami bermohon melapor ke Polda Sumut.

Terus terang di Polda hanya 15 hari, Alhamdullilah, ini luar biasa loh. Karena bapak liat sendiri videonya kan pak, kek manalah dipijaknya anak saya, kalaulah itu anjing pak gigit kita, sudah ampun-ampun pasti itu ditolong loh pak," kata Elvi sambil menangis.

"Untung anak saya gak meninggal pak," ucapnya sambil menangis histeris.

(Tribun Medan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved