Berita Samarinda Terkini
BPBD Kubar Kirim 200 Peserta ke Samarinda, Dilatih Penanganan Kebakaran Hutan
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengirim sebanyak 200 peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan pembinaan Aparatur Pemadam
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengirim sebanyak 200 peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan pembinaan Aparatur Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2023 yang diselenggarakan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pelatihan tersebut dipusatkan di Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPLHK) dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan SDM bidang pemadam kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat, Bhatiar mengatakan kegiatan pelatihan tersebut dibagi menjadi tiga angkatan.
Kata dia, agenda dimulai sejak 28 April sampai 5 Mei 2023 dan diikuti 70 peserta.
Baca juga: Peringatan Dini BNPB Saat Musim Mudik Lebaran: Waspada Banjir, Tanah Longsor, hingga Kebakaran Hutan
Angkatan kedua akan dijadwalkan pada 7 hingga 14 Mei 2023 diikuti 70 orang dan angkatan ketiga dijadwalkan pada 2-9 Juni 2023 dengan jumlah 60 peserta.
"Tujuan agar tersedianya petugas yang siap menangani terjadinya Karhutla yang ada di Kubar," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kutai Barat, Bahtiar kepada TribunKaltim.co pada Senin (1/5/2023).
Lebih lanjut Bahtiar membacakan sambutan Bupati Kutai Barat, FX Yapan yang menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat penting dilaksanakan agar dapat meningkatkan kompetensi SDM bagi Masyarakat Peduli Api (MPA),
"Para Peserta diharapkan dapat mendukung kinerja dalam pelaksanaan tugas, baik untuk pencegahan kebakaran dan pemadaman api dari kebakaran hutan atau lahan," ujarnya.
Baca juga: Kemarau Diprediksi April 2023, Polres Kubar Ajak Seluruh Elemen Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan
Dia memaparkan wilayah Kabupaten Kutai Barat termasuk salah satu daerah yang rawan kasus Karhutla.
Sehingga harus menjadi perhatian bersama, dengan harapan agar tidak terulang kembali kasus Karhutla ditahun-tahun sebelumnya.
Dia menegaskan, upaya pencegahan kasus Karhutla harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab Pemerintah khususnya Dinas terkait yaitu BPBD saja melainkan seluruh lapisan masyarakat.
"Oleh karena itu, pelatihan yang diadakan saat ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata agar Karhutla dapat kita tanggulangi ataupun meminimalisir dampaknya," tegasnya.
Bupati juga berharap pelatihan ini benar- benar dapat terealisasi dengan baik sehingga dapat menyiapkan aparatur Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Satgas Dalkarhutla, MPA dan organisasi masyarakat non pemerintah yang memiliki kapasitas sumber daya manusia dengan kompetensi yang dibutuhkan.
BPBD diharapkan agar dapat mengatur jadwal kegiatan pelatihan ini dengan sebaik mungkin. Agar semua proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
"Tegakkan disiplin yang berlaku baik yang menyangkut manajemen administrasi maupun pelaksanaan pelatihan itu sendiri dan tidak lupa melakukan monitoring evaluasi untuk setiap program kerja dan target-target yang ditentukan," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/aparatur-pemadam-hutan-dan.jpg)