IKN Nusantara
Permudah Investor Akses Tata Ruang IKN Nusantara, ADB Buat Platform Data Geospasial
Permudah investor akses tata ruang IKN Nusantara, ADB buat Platform Data Geospasial
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir
TRIBUNKALTIM.CO - Otorita Ibu Kota Nusantara menggandeng banyak pihak untuk terlibat dalam pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
Termasuk dalam upaya menggandeng investor masuk ke IKN Nusantara.
Salah satu caranya yakni bekerjasama dengan Asian Development Bank.
Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono mengatakan, nota kesepahaman itu ditandatangani olehnya dan Vice President ADB Ahmed M Saeed di Incheon, Korea Selatan, pada Jumat (5/5/2023).
Bambang Susantono menjelaskan, dalam kerja sama tersebut ada tiga hal yang disepakati.
Pertama, Bank Asia (ADB) bisa berkontribusi dalam perencanaan kota baru dengan membuat Platform Data Geospasial.
”Itu untuk memfasilitasi minat investor dan penilaian keselarasan rencana detail tata ruang (RDTR) dengan masterplan Nusantara,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (7/5/2023).
Data geospasial itu nantinya mencakup informasi dan gambaran lokasi IKN Nusantara yang akan disesuaikan dengan RDTR.
Dengan demikian, investor bisa dengan mudah mengetahui informasi rinci mengenai lokasi mana saja yang potensial untuk investasi, lengkap dengan kondisi lahan, ketersediaan air, dan informasi lainnya.
Menurut Bambang Susantono, kerja sama itu dilakukan untuk memberikan dukungan pengembangan IKN Nusantara sebagai kota hutan netral karbon.
Adapun kesepakatan kedua adalah Bank Asia (ADB) bakal berkontribusi dalam penyusunan regionally and locally determined contributions (RLDC).
Itu merupakan analisis komprehensif di tingkat kota untuk mencapai target nol emisi karbon Indonesia pada 2060.
Selain itu, agar wilayah IKN Nusantara bisa mencapai netral karbon pada 2045.
Terakhir, dalam nota kesepahaman tersebut, keduanya sepakat memanfaatkan peluang untuk memobilisasi pembiayaan.
Hal ini termasuk potensi pembiayaan iklim, kemitraan pemerintah dan badan usaha, serta mengaktifkan dukungan pembangunan lingkungan.
”Bermitra dengan lembaga internasional seperti Bank Asia (ADB) membantu IKN Nusantara berkontribusi pada agenda global untuk mengatasi perubahan iklim, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Bambang.
Vice President ADB Ahmed M Saeed mengatakan, IKN Nusantara memberi peluang unik dalam membangun sebuah kota, terutama dalam perencanaan, pengembangan, dan pembiayaan kota.
Menurut dia, kerja sama ini bisa turut mewujudkan pembangunan IKN Nusantara yang berkelanjutan melalui potensi fasilitas pembiayaan iklim serta kemitraan publik dan swasta.
”Bank Asiah (ADB) dengan senang hati mendukung Otorita IKN dalam mengembangkan rencana yang efektif untuk mewujudkan visinya untuk kota hutan yang cerdas dan netral karbon,” ujar Ahmed.
Dalam paparannya di 56th ADB Annual Meeting, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menjelaskan, IKN Nusantara dibangun sebagai kota hijau berkelanjutan dan berketahanan.
Hal itu dilakukan dengan mempertahankan 65 persen area sebagai hutan tropis, 10 persen kawasan hijau dan produksi pangan, serta 25 persen kawasan kota.
Adapun untuk mencapai netral karbon pada 2045, Ali mengatakan, bakal dilakukan dengan berbagai upaya penghutanan kembali sejumlah area hutan yang sudah beralih fungsi. (*)