Kamis, 11 Juni 2026

Ilmu Pengetahuan

5 Tanaman yang Disukai Ular, Membasminya Bukan Memakai Garam

Tetapi pohon melati bisa menjadi sumber makanan jika di sana didapati banyak kadal dan hewan-hewan tanah yang bisa dimangsa

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TribunJatim
Ilustrasi reptil ular. Strukturnya yang rimbun membuat ular betah berdiam dan bersarang menunggu mangsanya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Perlu menjadi perhatian kita semua, soal tanaman yang bisa saja tumbuh di dekat rumah atau lingkungan kampung kita. 

Ternyata ada beberapa jenis tanaman yang bisa menjadi tempat nyaman bagi hunian reptil ular

Berikut ini ada penjelasan tanaman-tanaman yang disukai oleh ular

Apabila memiliki halaman yang luas, periksa tanaman yang disukai ular dan bisa menjadi sarang tempat tinggal ular.

Baca juga: Ular Piton Panjang 4 Meter Masuk ke Gedung SD N 004 Lok Tuan

Apa saja tanaman yang disukai ular dan bisa memancing ular datang?

Tanaman yang disukai ular

Dilansir dari Kompas.com, berikut ini adalah beberapa tanaman yang disukai ular dan bisa memancing ular datang.

Bunga melati, cendana, dan wijayakusuma

Bunga melati putih
Bunga melati putih (Gambar oleh Capri23auto dari Pixabay)

Dikutip dari Homeguides, pohon melati disebut-sebut banyak disukai ular.

Strukturnya yang rimbun membuat ular betah berdiam dan bersarang menunggu mangsanya Ular juga tak melihat pohon melati sebagai sumber makanan karena ular bukan herbivora.

Tetapi pohon melati bisa menjadi sumber makanan jika di sana didapati banyak kadal dan hewan-hewan tanah yang bisa dimangsa.

Ilustrasi pohon cendana.
Ilustrasi pohon cendana. (foresteract.com)

Sementara dilansir dari Trinjal, disebutkan bahwa pohon cendana adalah salah satu tanaman yang disukai oleh ular.

Hal ini karena cendana adalah tanaman herbal yang teduh dan membuat sejuk hawa di sekitarnya.

Selain itu, ular bisa bersembunyi di dekat tanaman wijaya kusuma, morning glory, dan rosemary.

Tanaman cedar atau aras

Lihat Foto Tanaman cedar atau aras yag disebut-sebut disukai ular (wikipedia.org/wiki/Aras)

Tanaman lainnya yang disukai dan bisa menjadi tempat berdiamnya ular adalah jenis-jenis tanaman cedar.

pohon aras atau cedar
Tanaman cedar atau aras.

Hal itu karena tanaman cedar memiliki bentuk daun unik yang disukai oleh ular.

Selain itu aroma dari daun aras juga diyakini disukai oleh indera penciuman ular.

Tanaman perdu

Ular selanjutnya juga disebut-sebut menyukai tanaman perdu untuk bersarang, terutama semak yang tumbuh lebih rendah, adalah sarang terbaik untuk ular.

Oleh karena itu jika tak dirawat dengan benar, tanaman ini bisa mengundang ular datang untuk membuat sarang.

disukai ular perdu
Tanaman perdu banyak disukai ular.

Sebaiknya segera bersihkan halaman dan pekarangan rumah dari tanaman perdu yang bisa berpotensi mengundang ular.

Tanaman yang menarik ular adalah yang rimbun sehingga bisa dijadikan sarang, atau yang bisa menarik hewan-hewan yang menjadi mangsa ular.

Jadi jika Anda tetap ingin menanam jenis tanaman di atas, pastikan Anda menatanya dan membersihkannya secara rutin agar tanaman tak tumbuh rimbun sehingga digunakan sebagai sarang tikus.

Selanjutnya apabila ada tikus di sana, maka ular akan tertarik mendekat. Jika ingin menanam berbagai jenis tanaman bunga, beri lava rock atau batuan vulkanik di sekitarnya.

Beberapa jenis ular tak menyukai bebatuan yang bertekstur tajam. Untuk menanam perdu, usahakan di area yang terbuka seperti pinggir jalan.

Ular menghindari tempat-tempat yang terlalu terbuka. Agar ular tak datang, hindari meletakkan mangkuk tempat makan kucing dan anjing di halaman.

Bau dari makanan hewan peliharaan ini bisa terendus oleh ular. Nah, itu lah sejumlah tanaman yang disukai ular yang sebaiknya segera dicabut dan dibersihkan dari halaman atau pekarangan rumah.

Bukan dengan Menebar Garam

Banyak terjadi kasus ular masuk ke wilayah permukiman dan bersarang di dalam rumah warga. Terbaru, seorang warga Kelapa Gading, Jakarta Utara menemukan seekor ular sanca di lubang kloset kamar mandinya, Jumat (28/4/2023).

Dilansir dari Kompas.com, Sugima (45) menemukan ular berjenis sanca batik saat sedang BAB di kediamannya, Jalan Kompi Udin RT 006 RW 005, Pegangsaan Dua.

Untungnya, ular tersebut segera bisa ditangani oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara.

Penemuan ular juga pernah terjadi pada Rabu (8/2/2023) di sebuah rumah beralamat di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ketua Taman Belajar Ular (Tabu) Indonesia Erwandi Supriadi mengungkapkan, ular bisa masuk ke dalam rumah karena sejumlah alasan.

"Semisal faktor cuaca seperti hujan dan banjir," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/4/2023) yang telah terbit dengan judul "Bukan dengan Menebar Garam, Ini Cara Tepat Mengusir Ular dari Dalam Rumah."

Selain itu, menurutnya, kerusakan habitat asli ular juga dapat membuat reptil ini masuk ke dalam rumah warga.

Contohnya, saat ada pembangunan gedung bertingkat atau tempat tinggal, perusakan hutan, serta alih fungsi sempadan sungai.

Pria yang akrab disapa Elang ini menambahkan, eksploitasi yang dilakukan manusia pada hewan predator ular juga dapat menyebabkan ular berkembang semakin banyak. Ini karena ada mata rantai makanan yang terputus.

"Biawak terus diburu, burung hantu dan burung elang diperjualbelikan, bukan membiarkan mereka hidup bebas di alam," lanjut dia.

Menurut Elang, cara yang dapat dilakukan agar ular tidak masuk rumah adalah dengan menutup semua akses reptil itu dari dalam rumah.

Amir Hamidy menjelaskan, beberapa jenis ular memang bisa hidup di kota besar. Misalnya, jenis ular sanca atau kobra.

Mereka akan bertahan hidup di selokan dengan makan tikus. Reptil ini bisa mendeteksi mangsa melalui bau. Kalau rumah banyak tikus, ular kemungkinan besar akan masuk rumah karena mengikuti baunya.

Untuk mengusir ular, Amir menyatakan bahwa rumah harus dibersihkan dari tempat-tempat yang disukai reptil ini, seperti tempat yang gelap dan lembap. "Rumah itu setiap hari harus dipel dengan wangi-wangian yang menyengat, misal pembersih lantai dari karbol seperti wipol," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (30/4/2023).

Selain itu, karena ular suka habitat yang gelap dan lembap saat masa berkembang biak dan menetas, maka rumah harus bebas dari area semacam itu.

"Di sekitar rumah, tumpukan dahan pohon, genteng, atau batu bata harus dibersihkan," lanjutnya.

Amir menambahkan, pemilik rumah harus rutin membuang sampah setiap hari karena berpotensi mengundang tikus. Hewan pengerat ini salah satu makanan utama bagi ular.

Rumah kotor akan mengundang tikus yang lalu membuat ular masuk. Di sisi lain, ia membantah kemungkinan ular dapat diusir menggunakan bahan-bahan dapur, seperti garam.

Menurutnya, pemilik rumah yang menebarkan bumbu dapur ke sekeliling rumah justru akan sia-sia. "Ular nggak bisa diusir dengan bumbu dapur," ujar dia.

Daripada garam, Amir lebih menyarankan agar menggunakan parfum sintesis berbau menyengat untuk mengusir ular.

Bensin dan minyak tanah juga berbau menyengat sehingga cocok digunakan mengusir ular.

Tidak hanya itu, pengamanan ekstra juga perlu diberikan terutama pada rumah yang terletak di dekat sawah atau hutan. Ular seperti kobra, jali, atau weling banyak berada di tengah sawah.

"Kalau rumah di tengah sawah, mestinya ada pagar atau rumah terletak lebih tinggi dari lokasi sekitar," lanjutnya.

Amir mencontohkan, pemilik rumah yang berada dekat sawah dapat membangun pagar konkrit atau beton yang mengelilingi rumah.

Selain itu, buat juga selokan yang mengitari pagar sebagai perlindungan tambahan. "Ular itu kan datang melipir.

Kalau ada pagar yang mengitari rumah, dia hanya akan berjalan di pinggirnya," jelasnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai keberadaan ular saat banjir.

Reptil ini bernapas dengan paru-paru sehingga harus mencari udara dan tidak bisa berenang.

"Kalau ada banjir, ular akan naik ke permukaan mencari tempat lebih tinggi dan kering, yang masuk habitat manusia," tambah dia.

Saat ular terlanjur masuk ke dalam rumah, Amir menyarankan agar meminta bantuan ke petugas pemadam kebakaran atau pakar yang memiliki keahlian khusus mengatasi ular.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Tanaman yang Disukai Ular, Segera Cabut agar Tidak Jadi Sarangnya"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved