Berita Kutim Terkini
RS Muara Bengkal dan Sangkulirang Kutai Timur Masih Butuh Dokter Spesialis
RS Muara Bengkal dan Sangkulirang yang berstatus tipe D masih membutuhkan dokter spesialis bedah, kandungan, anak dan penyakit dalam.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - RS Muara Bengkal dan Sangkulirang yang berstatus tipe D masih membutuhkan dokter spesialis bedah, kandungan, anak dan penyakit dalam.
Rumah Sakit Muara Bengkal yang digadang-gadang akan beroperasi tahun ini, ternyata masih kurang tenaga kesehatan dokter, khususnya spesialis.
Pasalnya, pihak Dinas Kesehatan Kutai Timur terkendala pada regulasi dalam penambahan tenaga kesehatan dokter yang kontrak alias TK2D, dimana saat ini tidak diperbolehkan ada penambahan TK2D.
Baca juga: RS Muara Bengkal Tipe D di Kutai Timur Rampung, Habiskan Anggaran hingga Rp 34 Miliar
Oleh sebab itu, pihaknya akan berdiskusi dengan Pemkab Kutim untuk membahas kendala-kendala tersebut.
"Rabu besok, kami akan diskusikan kendala ini, kita bingung mau nambah tenaga kontrak semantara sudah tidak boleh nambah lagi, kita butuh dasar hukum untuk penambahan tenaga kontrak ini," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Bahrani Hasanal, Selasa (30/5/2023).
Sementara itu, untuk berjalannya RS Muara Bengkal tipe D membutuhkan minimal dokter spesialis anak.
Selain itu, saat ini memang Kutai Timur khususnya RS Muara Bengkal dan Sangkulirang tipe D membutuhkan beberapa dokter spesialis, seperti dokter kandungan, anak, bedah dan penyakit dalam.
"Kalau dokter bedah dan kandungan kan butuh dokter anestesi juga, jadi butuh 5 dokter spesialis itu, tapi kalaupun terpaksa adanya dokter anak saja nggak papa jalan aja (RS Muara Bengkal) tapi lebih bagus ada dokter kandungan," imbuhnya.
Baca juga: 2 Rencana Pelayanan Air Bersih di Rumah Sakit Muara Bengkal Kutim
Kerjasama Universitas Mulawarman dan Universitas Ailangga
Untuk memenuhi tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis, Pemkab Kutim berencana menyekolahkan putra/putri daerah di sekolah kedokteran hingga menjadi dokter spesialis.
Kata Bahrani, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Universitas Mulawarman untuk penerimaan mahasiswa baru jurusan dokter gigi, farmasi dan kedokteran.
Lebih lanjut, informasinya Universitas Mulawarman juga akan membuka progdi baru jurusan dokter spesialis bedah dan paru sehingga Kutai Timur bisa memanfaatkan hal itu.
"Kebetulan saya lulusan Universitas Airlangga, kalau mungkin selain dari Unmul mungkin bisa juga kerjasama spesialisnya dari Universitas Ailangga," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230530_Kepala-Dinas-Kesehatan-Kutai-Timur-Bahrani-Hasanal.jpg)