Ibadah Haji 2023
Cuaca Madinah Panas Menyengat Dinkes Kaltim Ingatkan Jemaah Haji Perbanyak Minum
Cuaca di Madinah akhir bulan Mei memasuki musim panas suhu di siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius bahkan lebih.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Cuaca di Madinah akhir bulan Mei memasuki musim panas suhu di siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius bahkan lebih.
Berbeda dengan di Tanah Air, kelembaban udara di Madinah juga lebih rendah.
Kelembaban udara rendah turut mengakibatkan panas terasa menyengat namun tubuh tidak berkeringat.
Baca juga: Viral Detik-detik Kakek Juhani Calon Jemaah Haji Minta Turun di Pesawat, Sebut Ingin Beri Makan Ayam
Mekanisme berkeringat merupakan mekanisme untuk menstabilkan suhu tubuh.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan para jemaah haji yang berangkat ke tanah suci agar terus memperhatikan asupan cairan dengan minum air sesering mungkin.
Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang menjadi pemicu awal penyakit bawaan menjadi berat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Setyo Budi Basuki mengungkap menjaga tubuh agar tetap fit menjadi hal yang penting di negara Arab Saudi yang suhunya berbeda jauh dibandingkan dengan Indonesia.
"Wajib minum air putih sesering mungkin. Jangan merasa tidak haus terus tidak minum, harus dipaksa supaya tubuh tetap bugar dan terhidrasi dengan baik," sebut Basuki, Minggu (4/6/2023).
Kekurangan cairan tubuh membuat tubuh lemas.
Baca juga: 35 Kata-kata Ucapan Idul Adha 2023 Spesial Lebaran Haji, Mengandung Doa dan Makna
Sementara ibadah haji memerlukan fisik yang prima guna mengikuti serangkaian agenda ibadah yang panjang.
"Perbedaan suhu yang ekstrim ditambah kelembaban yang rendah di Arab Saudi, menimbulkan potensi dehidrasi bagi jemaah haji," kata Basuki.
Tak hanya dehidrasi, kondisi ini dapat menjadi parah yakni heat exhausted bahkan heat stroke.
Basuki pun meminta agar jemaah haji menjaga asupan mineral yang cukup.
Nah, ini tips atau kunci penting menjaga jemaah haji tetap terhidrasi dengan baik.
"Terutama bagi jemaah lansia, cuaca ekstrim sangat mempengaruhi aktivitas. Bisa juga dengan minum oralit satu bungkus dilarutkan ke mili air, setiap hari. Ingat jangan tunggu haus," tandas Basuki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230604_Calon-haji-di-Bandara-Sepinggan.jpg)