Berita Balikpapan Terkini
Menurun Dibanding Semester Pertama Tahun Lalu, Kasus Narkotika Masih Menonjol di Balikpapan Barat
Memasuki pertengahan tahun, penyalahgunaan narkotika masih menjadi kasus yang terbilang dominan di wilayah Kecamatan Balikpapan Barat.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Memasuki pertengahan tahun, penyalahgunaan narkotika masih menjadi kasus yang terbilang dominan di wilayah Kecamatan Balikpapan Barat.
Menurut informasi yang dihimpun, Polsek Balikpapan Barat mencatat sedikitnya menangani 21 kasus, yang sebagian besar kasus narkotika.
Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Teguh Sanyoto menerangkan bahwa dari kasus narkotika yang dominan bahkan masih melibatkan pemain lama.
Baca juga: Januari-Juni 2023 Tercatat 72 Kasus Narkotika di Kota Beriman, Kecamatan Balikpapan Barat Terbanyak
"Jadi baik pengedar tiu dari pemain lama maupun pemain baru," imbuhnya, Minggu (16/7/2023).
Daerah-daerah yang hingga kini masih menjadi lokasi peredaran yakni kawasan Gunung Bugis yang hingga saat ini pun masih menjadi atensi pihak kepolisian.
Malah pengedar, lanjut Teguh, kerap berpindah dan melebar ke kawasan lainnya.
Namun begitu, Teguh memastikan total penanganan kasus pada semester awal tahun 2023 diklaim menurun jika dibandingkan pada periode yang sama ditahun sebelumnya yang mencapai 29 kasus.
"Kami tetap atensi dan antisipasi, bisa jadi para pelaku ini kucing-kucingan," imbuhnya.
Baca juga: Serius Berantas Narkotika di Balikpapan, Kapolresta Balikpapan: Gunung Bugis Jadi PR
Selain narkotika, menurut Teguh, kasus lainnya seperti penganiayaan juga cukup tinggi yang ditangani Polsek Balikpapan Barat.
Kasus kekerasan itu terbanyak akibat terjadinya selisih paham antar warga usai berpesta minum-minuman beralkohol.
"Kasus ini rata-rata banyak yang sudah selesai dan ditutup," sebutnya.
Tak sedikit juga, kepolisian di jajarannya mencegah terjadinya tindak penganiyaan dan kekerasan, kerap membubarkan para remaja, anak-anak hingga orang dewasa.
Terutama mereka yang suka kumpul-kumpul dengan menenggak minuman beralkohol, melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Baca juga: Polda Kaltim Apresiasi Polresta Balikpapan Ungkap 35 Kasus Narkotika
Menurutnya, peran aktif orangtua pun sangat berpengaruh dalam meminimalisasi terjadinya tindak pidana pada keluarga mereka di luar rumah.
"Jika ditemukan adanya anak-anak kumpul di atas jam 12 sampaikan kepada kami, kami akan datang dan imbau mereka untuk segera kembali ke rumah," lanjutnya.
Teguh melanjutkan, peran aktif masyarakat di lingkungan sekitar juga diperlukan dalam menjaga ketertiban dan keamanan di kawasannya masing-masing agar tetap kondusif dan terhindar dari jerat pidana.
"Dengan kerjasama seluruh pihak tentunya hal itu dipastikan akan membuat setiap kawasan bisa kondusif dari tindakan-tindakan yang bisa merugikan satu sama lainnya," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.