Berita Bontang Terkini
Pertamina Hentikan Suplai Pertalite ke SPBU Tanjung Laut Bontang
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memutus suplai distribusi BBM Subsidi jenis pertalite ke SPBU Tanjang Laut, Bontang Selatan.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memutus suplai distribusi BBM Subsidi jenis pertalite ke SPBU Tanjang Laut, Bontang Selatan.
Distribusi dihentikan buntut dari kasus penimbunan BBM subsidi pertalite yang menyeret 4 petugas SPBU dan 1 oknum pengetap.
Area Manager Communication, Relation and CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra mengaku telah memberikan sanksi berupa teguran terhadap manajemen SPBU Tanjung Laut.
Sanksi itu juga berupa penghentian distribusi atau suplay BBM ke SPBU Tanjung Luat.
Baca juga: Ahok dalam Masalah, Buntut Sikap Kontroversial Beber Kantor Pusat Pertamina Sewa, Dinilai Politis?
“Sudah dihentikan penyaluran Pertalitenya. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan di lapangan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut. Surat sanksi akan dikeluarkan sesuai dengan pelanggaran di dalam kontrak kerjasama,” jelas Arya, Selasa (25/7/2023).
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga mengapresiasi kepolisian yang sudah membongkar praktik nakal petugas SPBU.
“Pertamina juga buka saluran informasi saran dan keluhan melalui call center 135 atau mengakses website resmi www.pertamina.com,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, praktik penimbunan BBM subsidi jenis pertalite dibongkar Polres Bontang beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ahok Disoal Karena Ungkap Kantor Pertamina di Jakarta Sewa, Pindah ke IKN Nusantara
Kasus ini menyeret 3 operator dan pengawas SPBU serta oknum pengetep.
Pengakuan oknum pengetap berinisial Su, dirinya bisa melakukan penimbunan BBM lantaran dibantu 4 petugas SPBU.
Su menyogok operator SPBU Rp 5 ribu untuk sekali pengisian BBM.
Dalam sehari Su bisa melakukan pengisian berkali-kali tanpa dibatasi. Biasanya dari 40 hingga 60 liter untuk sekali pengisian.
“BBM pertalite itu dijual eceran di rumahnya, dengan selisi harga Rp 1.500 per liter,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya belum lama ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230725_pelaku-bbm-di-bontang.jpg)