Berita Samarinda Terkini
4 Macam Gladi Tanggap Bencana di Samarinda, Andi Harun Mengapresiasi
Sebanyak kurang lebih 670 peserta mengikuti gladi kesiapsiagaan dan tanggap bencana Kota Samarinda
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebanyak kurang lebih 670 peserta mengikuti gladi kesiapsiagaan dan tanggap bencana Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis (31/8/2023).
Gladi tersebut terdiri dari upaya penanggulangan, ada 4 macam seperti:
- Evakuasi korban banjir;
- Korban tenggelam;
- Penyelamatan hewan;
- dan tanah longsor.
Giat yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda tersebut dilaksanakan di Jalan Poros Samarinda - Bontang Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara (Area Danau Belakang Koramil 0901 - 05 atau Bekas Galian Tambang).
Baca juga: Kesiapsiagaan Pemkot Menghadapi Bencana di Samarinda
Peserta meliputi berbagai unsur yakni:
- Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda;
- Relawan se-kota Samarinda;
- Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda;
- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Samarinda;
- Badan Wilayah Sungai (BWS);
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda;
- TNI/Polri, serta beberapa komunitas masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Samarinda, Suwarso pada TribunKaltim hari ini.
“Sekitar 56 kesatuan bergabung di sini, tentu dengan memerankan perannya masing-masing,” sebutnya.
Ia mengatakan, tujuan dari pelaksanaan tersebut yakni sebagai upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi sebuah bencana di Kota Samarinda.
Oleh karena itu, dalam pelaksanaan ini ia melibatkan seluruh stakeholder dari berbagai anggota pentahelix untuk melaksanaan kesiagaan penanganan kebencanaan khususnya di Kota Samarinda.
“Dari berbagai sisi turut hadir, baik dari sisi pertolongan, evakuasi, membuka jalan, maupun dari sisi penyelamatan,” ungkap Suwarso.
Baca juga: Warga Ingin Banjir di Pelita 8 Sambutan Segera Ditangani, BPBD Samarinda Siap Tindaklanjuti
Kendati demikian, Suwarso berharap usai pelaksanaan ini, seluruh peserta dapat mengimplementasikannya jika pada suatu saat terjadi bencana di Kota Samarinda.
Tujuan besarnya, semua ada peran dalam kesiapsiagaan ini.
"Penting untuk implementasikan dan junjung sinergi bersama,” tuturnya.
Warga yang Paling Utama
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menggelar gladi tanggap darurat terhadap bencana di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Giat tersebut dilaksanakan di Jalan Poros Samarinda - Bontang, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara (Are Danau Belakang Koramil 0901 - 05), Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Walikota Samarinda, Andi Harun turut hadir dan mengapresiasi pelaksanaan tersebut.
Dan latihan yang secara terpadu dilakukan hari ini memberikan pemahaman tentang bagaimana tanggung jawab atas keselamatan warga.
"Terhadap risiko bencana,” ungkap Walikota Andi Harun pada TribunKaltim.co pada Kamis (31/8/2023).
Ia mengatakan bahwa selain melakukan langkah-langkah migitasi kebencanaan, serangkaian upaya dalam rangka penanggulangan bencana.
Baca juga: Banjir di Samarinda, Banyak Motor Mogok saat Menerobos Genangan Air di Jalan Antasari
Baik itu pada pra bencana, saat terjadi bencana maupun usai bencana sangat diperlukan.
Termasuk tidak hanya memiliki peta resiko kebencanaan saja, tetapi juga harus memiliki personil dengan kemampuan penanggulangan bencana yang sesuai dengan standar operasional prosedur.
“Serta bagaimana kita membangun secara holistik seluruh stakeholder dalam upaya penanggulangan bencana,” tutur Andi Harun.
Menurut Walikota Andi Harun, pelaksanaan tersebut sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.
Serta Undang-undang Pemerintahan Nomor 21 tahun 2008 tentang penyelenggaran penanggulangan bencana.
Sesuai Kondisi Sebenarnya
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengatakan bahwa pelatihan ini telah dirancang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Bahkan dalam pelaksanaannya terdapat unsur 5 pentahelix, seperti:
- Pemerintah;
- Masyarakat;
- Media massa;
- Pengusaha;
- Perguruan tinggi;
- serta beberapa komunitas dan juga relawan.
Ini sebuah kolaboratif yang harus dilakukan di Kota Samarinda.
"Karena ini ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi sebuah bencana,” ujar Suwarso.
Kendati demikian, ia berharap agar pelaksanaan pelatihan kesiapsiagaan ini dapat diterapkan dengan maksimal.
“Konsepnya adalah keselamatan warga adalah yang paling utama,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230831_Gladi-Tanggap-Bencana-Samarinda.jpg)