Senin, 18 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

PT Kilang Pertamina Balikpapan Buka Suara Soal Aksi Massa di Bundaran Karang Anyar Balikpapan

Hal ini terkait dengan beberapa tuntutan yang hendak disampaikan massa aksi kepada pihak RDMP Balikpapan JO.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Perwakilan massa aksi melakukan orasi di Bundaran Karang Anyar, Balikpapan, Kamis (31/8/2023). TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) buka suara menanggapi Aksi Damai Gabungan Organisasi Massa (Ormas) yang berlangsung di Bundaran Karanganyar, Balikpapan, Kamis (31/8/2023) kemarin

Corporate Secretary PT KPB, Asep Sulaeman, mengatakan gabungan Ormas mengajukan kepada PT KPB untuk dapat memfasilitasi serta mempertemukan mereka dengan Kontraktor Proyek RDMP Balikpapan (RDMP Balikpapan JO).

Hal ini terkait dengan beberapa tuntutan yang hendak disampaikan massa aksi kepada pihak RDMP Balikpapan JO.

Asep Sulaeman mengatakan bahwa pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara perwakilan massa aksi dengan manajemen RDMP Balikpapan JO.

"Namun, pertemuan tersebut tidak dihadiri pihak Manajemen pihak RDMP Balikpapan JO yang dapat memberikan keputusan atas tuntutan yang disampaikan oleh Perwakilan Ormas," ujar Asep lewat keterangan tertulis, Jumat (1/9/2023).

Lebih lanjut, Asep Sulaeman mewakili PT KPB menyampaikan permohonan maaf kepada Warga Kota Balikpapan yang terganggu aktifitasnya saat akan melintas di area sekitar Bundaran Karanganyar, Kota Balikpapan yang disebabkan oleh adanya aksi damai tersebut.

Dalam pemberitaan sebelumnya, massa yang mengatasnamakan dari berbagai serikat pekerja mengadakan demonstrasi di Bundaran Karang Anyar, Jalan Yos Sudarso, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis (31/8/2023).

Dengan pengeras suara, mereka menyatakan pendapat dengan cara berorasi secara bergantian.

Tak lupa dengan umbul-umbul yang mereka bawa sebagai alat peraga selama demonstrasi.

"Tolak diskriminasi kesewenang-wenangan TKA dan PHK sepihak atas pekerja lokal tanpa SP," tertulis dalam spanduk alat peraga.

Koordinator aksi, Andin Samsir, mengungkapkan kasi tersebut menuntut perhatian terhadap nasib tenaga kerja lokal yang terpinggirkan.

Tuntutan massa juga menyoroti berbagai dugaan pelanggaran terhadap hak-hak pekerja. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved