Rabu, 8 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Seorang Pria Ngamuk Bawa Martil ke Rumah Besannya di Samarinda

Berdalih anaknya telah dikeroyok, seorang pria datang mengamuk ke rumah besannya.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
HO/Polsek Samarinda Kota
AT saat diamankan di Polsek Samarinda sebab melakukan penganiayaan terhadap besanannya, Minggu (27/8/2023) lalu. HO/Polsek Samarinda Kota 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Berdalih anaknya telah dikeroyok, seorang pria datang mengamuk ke rumah besannya.

Pria berusia 43 tahun itu bahkan melakukan kekerasan fisik yang melukai ibu menantunya.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Kota Kompol Tri Satria Firdaus menjelaskan kejadian itu terjadi pada Selasa (22/8/2023).

Pria berinisial AT itu datang ke kediaman besanannya yang berada di Perumahan Sambutan Idaman Permai (SIP), Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda pada Pukul 23.30 Wita.

Ia datang dengan gaduh. Di tangan kanannya tertenteng sebuah palu sambil berteriak mencari menantu laki-lakinya tersebut.

Baca juga: Daftar Caleg Partai Kebangkitan Bangsa/PKB untuk DPRD Kabupaten Berau pada Pemilu 2024

Tak lama, datanglah anak pelapor atau menantunya tersebut.

Dengan marah AT berniat mengayunkan martil yang dibawanya tersebut namun dihalangi oleh sang ibu (besan pelaku).

"Saat dihalangi itu pelaku justru menggigit tangan kanan besannya hingga mengalami luka robek serta memar lalu pergi begitu saja," beber Kompol Tri Satria Firdaus.

Korban yang tak terima langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Samarinda Kota guna proses lebih lanjut.

Baca juga: Cuaca Panas Semakin Kurangi Cairan, Pelari Wanita Ini Pernah Mandi Air Es

Pasca menerima laporan itu Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi serta bukti.

Setelah cukup bukti, pada Minggu (27/8) sekitar pukul 22.00 WITA, AT diamankan di kediamannya yang berada dj Jalan Penangkaran Buaya, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan.

"Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatan," ungkapnya.

Terkait motif, jelasnya, pelaku mengaku marah sebab anak perempuannya telah dikeroyok oleh keluarga besannya.

"Tapi pengakuan korban tidak ada. Cuma memang antara pelaku dan korban ini memiliki permasalahan pribadi. Apalagi anak pelaku dan korban saat ini sedang proses perceraian," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved