Berita Berau Terkini
Sejarah Hari Jadi Kabupaten Berau yang Diperingati Setiap 15 September
Inilah Sejarah Hari Jadi Berau yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur.
Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Inilah Sejarah Hari Jadi Berau yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur.
Diketahui, Berau memperingati Sejarah Hari Jadi setiap tanggal 15 September.
Ditetapkannya tanggal 15 September sebagai Sejarah Hari Jadi Berau tentu tak lepas dari faktor sejarahnya.
Meskipun begitu, masih banyak yang belum tahu tentang Sejarah Berau.
Baca juga: Sejarah Hari Jadi Kota Balikpapan yang Diperingati Setiap 10 Februari
Baca juga: Sejarah Hari Jadi Kota Bontang yang Diperingati Setiap 12 Oktober
Baca juga: Sejarah Hari Jadi Kota Samarinda yang Diperingati Setiap 21 Januari
Simak selengkapnya Sejarah Hari Jadi Berau yang ditetapkan pada 15 September.
Sejarah Berau
Melansir laman beraukab.go.id, kabupaten Berau adalah salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Timur.
Ibu kotanya berada di Tanjung Redeb, Berau.
kabupaten ini terdiri dari daratan seluas 22.030,81 km⊃2; dan laut seluas 12.299,88 km⊃2; dengan banyak pulau kecil.
Di sini terdapat 13 Kecamatan, 10 Kelurahan, 96 Kampung/Desa, dan pada tahun 2011, penduduknya berjumlah sekitar 191.807 orang.
kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang dibentuk sekitar abad ke-14.
Raja pertamanya bernama Baddit Dipattung, dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma.
Istrinya adalah Baddit Kurindan, dengan gelar Aji Permaisuri.
Awalnya, pusat pemerintahan berada di Sungai Lati (sekarang menjadi lokasi pertambangan Batu Bara PT. Berau Coal).
Aji Raden Suryanata Kesuma memerintah dari tahun 1400 hingga 1432 dengan bijaksana, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menyatukan wilayah pemukiman masyarakat Berau yang disebut Banua.
Namanya diabadikan sebagai nama Korem 091 Aji Raden Surya Nata Kesuma.
Setelah wafatnya, pemerintahan Kesultanan Berau dilanjutkan oleh putranya dan kemudian keturunannya sampai abad ke-17.
Pada abad ke-18, Belanda masuk ke Berau dengan dalih perdagangan dan memecah belah Kerajaan Berau menjadi dua Kesultanan.
Diantaranya Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.
Saat itu, agama Islam juga masuk ke Berau melalui Imam Sambuayan dengan pusat penyebarannya di sekitar Sukan.
Raja Alam, Sultan pertama Kesultanan Sambaliung, menentang Belanda dengan gigih dan namanya diabadikan menjadi Batalyon 613 Raja Alam di Kota Tarakan.
Kesultanan Gunung Tabur dipimpin oleh Sultan Muhammad Zainal Abidin hingga Sultan Aji Raden Muhammad Ayub.
Wilayah kesultanan ini kemudian menjadi bagian dari kabupaten Berau.
Sultan Muhammad Amminuddin memerintah sebagai Kepala Daerah Istimewa Berau sebelum berubah menjadi kabupaten Dati II Berau berdasarkan Undang-undang tahun 1953.
Tanjung Redeb menjadi Ibukota kabupaten Berau, dan Sultan Aji Raden Muhammad Ayub menjadi Bupati Kepala Daerah Tk. II Berau yang pertama.
Kota Tanjung Redeb ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Dati II kabupaten Berau untuk mengenang sejarah pemerintahan Kesultanan Berau, yang dimulai dengan pemindahan pusat pemerintahan ke Kampung Gayam pada tahun 1810.
Demikian ulasan Sejarah Berau atau Sejarah Hari Jadi kabupaten Berau yang diperingati pada 15 September. Semoga bermanfaat! (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230906_Sejarah-Hari-Jadi-Kabupaten-Berau.jpg)