Berita Kutim Terkini
Penantian Sejak 2017, Kini Desa Kolek di Kutim Nikmati Listrik 24 Jam
Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur baru saja dapat menikmati fasilitas listrik selama 24 jam dari PLN melalui program listrik.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur baru saja dapat menikmati fasilitas listrik selama 24 jam dari PLN melalui program listrik desa.
Diakui oleh Kepala Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kutim, Adi Kurniawan bahwa sejak tahun 2017 telah mengusulkan kepada pemerintah terkait pengadaan listrik PLN.
"Alhamdulillah sekarang sebanyak 108 rumah di Desa Kolek telah teraliri listrik selama 24 jam," ungkapnya saat dihubingi Tribunkaltim.co, Minggu (10/9/2023).
Lanjutnya, untuk diketahui rumah yang berada di Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, sekitar 159 unit dengan 162 kepala keluarga (KK).
Baca juga: Kunker ke Kutai Timur, Kapolda Kaltim Resmikan Sumur Bor Hingga Salurkan Bansos
Lalu, sebanyak 20an unit rumah akan diusulkan untuk mendapatkan listrik subsidi lantaran termasuk warga yang kurang mampu.
Sedangkan 20an unit rumah lainnya akan diberikan jaringan tambahan sebab lokasinya jauh dari pusat Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kutim.
"Sebelumnya untuk menikmati listrik kami menggunakan mesin diesel, itupun hanya nyala dari jam 18.00 hingga 22.00 Wita, dan setiap warga harus membayar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu," jelasnya.
Oleh sebab itu, atas teraliri listrik PLN selama 24 jam ini, pihaknya merasa bersyukur dan berharap akan memajukan Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kutim.
Baca juga: Sepekan Belum Padam, BPBD Kukar Tukar Personel Atasi Karhutla di Muara Kaman
"Semoga dengan nyala listrik 24 jam ini desa kami lebih maju dari segi ekonominya, industri sekala rumah tangga bisa berjalan maksimal," imbuhnya.
Saat diresmikan penyalaan perdana listrik PLN di Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman memberikan pesan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mingkatkan kesejahteraan dan petekonomian masyarakat.
Misalnya, meningkatkan potensi produk lokal madu kelulut.
"Desa Kolek bisa memasarkan produk madu kelulut, sebab madu kelulut salah satu usaha rumah tangga yang laku di luar daerah," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230910_listrik-di-kutim.jpg)