Berita Kutim Terkini
Anggota DPRD Soroti Harga Semen 'Singa Merah' yang Pabriknya di Kutai Timur
Harga semen 'Singa Merah' dan semen 'Tonasa' tidak berbeda jauh di Kabupaten Kutai Timur
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Hasbullah Yusuf menyoroti harga semen yang diproduksi oleh pabrik di Kutai Timur.
Sebelumnya, ia telah menceritakan pengalamannya dalam membeli semen 'Singa Merah' yang diproduksi oleh pabrik semen di Desa Sekrat Kecamatan Bengalon dan Desa Selangkau Kecamatan Kaliorang.
Ia mengaku telah membeli semen di salah satu toko bangunan yang dianggap paling termurah di Kota Sangatta dan ia mendapati harga semen 'Singa Merah' dan semen 'Tonasa' tidak berbeda jauh.
"Saya membeli semen 'Singa Merah' dan semen 'Tonasa' di salah satu toko bangunan di Sangatta. Harga semen Tonasa Rp 78.000 per sak, sementara Singa Merah Rp 70.000 ribu persak,” ungkapnya, Jumat (6/10/2023).
Baca juga: Tenaga Kerja Asing Pabrik Semen Sudah Mencapai 105 Orang, Disnakertrans Kutai Timur Terus Memantau
Baca juga: Viral Video Pria Asal Takalar Suka Makan dan Minum Semen, Akui Tak Merasa Apa-apa, Keluarga Heran
Hasbullah juga memperlihatkan kwitansi hasil pembelian semen di salah satu toko bangunan yang ada di Kota Sangatta pada Kamis (5/10/2023).
Oleh sebab itu ia sangat menyayangkan semen lokal yang diproduksi di Kutai Timur dan beredar di pasaran harganya tidak jauh berbeda dengan semen yang diimpor dari luar Kutim.
Padahal, semen Singa Merah diproduksi di Kutim yang bahan bakunya juga berasal dari Kutim sehingga seharusnya lebih murah dari semen yang lain.
"Seharusnya harga semen Singa Merah lebih murah karena merupakan produk lokal. Apalagi pabriknya ada di Kutim, mau tidak mau untuk di Kutim, ya minimal ada harga khususlah, masa harganya tidak berbeda jauh dengan merek yang lain," protesnya.
Lanjutnya, ia meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur segera melakukan evaluasi dan mengatur harga semen lokal yang beredar di pasaran.
Lalu, Pemkab Kutim bisa invetarisasi harga terlebih dahulu untuk menyeragamkan harga agar harga yang beredar di Kutai Timur sesuai dengan kualitas ataupun kuantitas.
Baca juga: Blak-blakan Isran Noor Ngomong Dominasi Investasi China, Pabrik Semen di Kutim Support IKN Nusantara
Sebab, tak hanya itu, ia juga mendapat informasi bahwa harga semen 'Singa Merah' berfariasi di setiap Kecamatan.
“Ada yang bilang harganya Rp 75 ribu, ada yang bilang Rp 73 ribu, dengan berbeda lokasi ya, bahkan di Kaliorang dan Bengalon infonya katanya kurang lebih Rp 80 ribu. Kita juga belum tau apakah itu betul datanya atau tidak,” terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231006-Semen-Singa-Merah.jpg)