Jumat, 8 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Belum Ada Kasus Bullying di Samarinda, TRC-PPA Kaltim Gencarkan Sosialisasi dan Perkuat P5

Belum Ada Kasus Bullying di Samarinda, TRC-PPA Kaltim Gencarkan Sosialisasi dan Perkuat P5

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Belum Ada Kasus Bullying di Samarinda, TRC-PPA Kaltim Gencarkan Sosialisasi dan Perkuat P5. Tampak ratusan pelajar SMKN 6 Samarinda mengikuti implementasi P5 untuk mencegah Bullying bersama TRC PPA Kaltim.TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Belum Ada Kasus Bullying di Samarinda, TRC-PPA Kaltim Gencarkan Sosialisasi dan Perkuat P5.

Kasus Bullying di kalangan pelajar saat ini terjadi di mana-mana. Banyak pelaku yang harus berhadapan dengan hukum.

Korbannya sesama pelajar harus mengalami trauma dan menderita lahir bathin berkepanjangan jika tak segera ditangani dengan baik.

Baca juga: Kampanye Stop Bullying Cegah Perundungan pada Siswa, Disdik Balikpapan Berdayakan Pengawas Sekolah

Seperti marak diberitakan, belakangan ini beberapa kasus penindasan atau kekerasan (Bullying) yang dilakukan oleh anak-anak sekolah terhadap rekan seusianya terus menjadi sorotan publik.

Kasus yang cukup menyita perhatian yakni kasus bullying di salah satu SMP Cilacap dan teranyar di sebuah SMA Denpasar, Bali.

Di Samarinda kasus bullying hingga saat ini belum terdeteksi, dan semoga tidak ada.

"Hampir di sepanjang 2023 ini di Samarinda belum kita temukan dan semoga tidak ada," kata Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur, Rina Zainun saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Minggu (8/10/2023).

Untuk pencegahan bullying, salah satu organisasi kemanusiaan ini tengah gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Samarinda.

Baca juga: Kasus Bullying di Balikpapan Viral, Begini Tanggapan Psikolog Rumah Sakit Siloam

Rina Zainun menyebutkan, saat ini setiap sekolah sudah memiliki Proyek P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang masuk dalam kurikulum merdeka.

P5 ini bertujuan untuk menciptakan dan memperkuat pelajar-pelajar tangguh yang sesuai amalan Pancasila.

Di Samarinda sendiri TRC PPA Kaltim hadir untuk menjadi pembicara dan memberikan pemahaman apa yang dimaksud dengan bullying.

Dalam setiap kesempatan pihaknya memberi penjabaran mengenai apa saja perilaku bullying, dampak terhadap korban dan pelaku perundungan itu sendiri.

"Kami beri pemahaman bahwa bullying telah melanggar sila ke dua. Karena harkat martabat seseorang tidak dihargai," tegasnya.

Pihaknya menilai P5 merupakan kurikulum yang sangat positif dan harus ditingkatkan setiap tingkatan sekolah.

Baca juga: Terkuak Motif Bullying dalam Masjid di Balikpapan, Kasusnya yang Sempat Damai Kini Diproses Hukum

Meski begitu, TRC PPA Kaltim berharap P5 dapat diterapkan saat awal penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Sebab melalui P5 setiap pelajar diajarkan untuk bernalar kritis, memiliki kemampuan memecahkan masalah, gotong-royong, budi pekerti, mandiri dan pastinya saling menghormati tanpa membeda-bedakan.

"Jadi awal masuk sudah diajarkan. Diperkenalkan apa itu penerapan Pancasila, bahaya bullying seperti apa. Jadi saat proses belajar mengajar tinggal penerapan," imbaunya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved