Senin, 13 April 2026

Berita Kutim Terkini

15 Hari Lagi, Kutim Bakal Ekspor Kripik Pisang dan Amplang ke Malaysia

Kabupaten Kutai Timur yang terdiri dari 18 kecamatan memiliki potensi pasar ekspor dari produk para pelaku usaha mikro kecil.

Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Ilustrasi Bupati Kutim saat kunker ke Kecamatan Kaubun melihat produk UMKM Kutai Timur. Ke depan ada dari PT Pos Indonesia yang juga ingin mendampingi pengiriman produk UMKM ke luar negeri, Senin (30/10/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur yang terdiri dari 18 kecamatan memiliki potensi pasar ekspor dari produk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.

Buktinya, berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) pada tahun 2023 ini, Kutai Timur melakukan ekspor pisang grecek ke beberapa negara.

Di antaranya adalah:

- Singapura;

- Malaysia;

- Pakistan;

- Iran;

- dan Amerika Serikat.

Terbaru, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dalam waktu dekat, kurang lebih 15 hari ke depan, Kutai Timur akan ekspor produk UMKM berbahan dasar pisang dan ikan.

Baca juga: KPw Bank Indonesia Kaltim Komitmen Perluas Digitalisasi Pembayaran UMKM

"Ternyata produk UMKM Kecamatan Kaubun yang berupa keripik pisang dan amplang, dalam 15 hari ke depan itu sudah siap dikirim ke Malaysia," ungkapnya kepada TribunKaltim.co di Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (30/10/2023).

Lanjutnya, Negeri Jiran yang bertetanggaan langsung dengan Indonesia itu mengorder keripik pisang asal Kaubun sebanyak 8 ton dan amplang seberat 1 ton.

Penuhi Pasar Global

Dan ternyata, ia juga pernah mencoba produk keripik pisang dari Kecamatan Kaubun beberapa hari lalu saat kunjungan kerja.

"Saya disuguhi kripik pisangnya, ternyata luar biasa, gurih dan enak, kalau tidak percaya, beli disana (Kaubun)," imbuhnya.

Geliat gerai UMKM Kalimantan Timur.
Geliat gerai UMKM Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Ia bersyukur pelaku UMKM di wilayah Kutai Timur setuju untuk memenuhi pasar global, padahal prosesnya tidak mudah.

Sebab, dalam proses ekspor memerlukan dukungan dari Bank Indonesia, dan Bea Cukai Kutai Timur yang memfasilitasi pengiriman ke luar negeri.

"Ke depan ada dari PT Pos Indonesia yang juga ingin mendampingi pengiriman produk UMKM ke luar negeri," terangnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved