Tribun Kaltim Hari Ini
Jokowi Ajak 100 CEO di IKN untuk Kembangkan Potensi Indonesia, Sebut Aspek Penting Masa Depan Negara
Presiden Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan pengusaha untuk mewujudkan potensi besar Indonesia.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Heriani AM
TRIBUNKALIM.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan pengusaha untuk mewujudkan potensi besar Indonesia.
Bahkan Kepala Negara mengungkapkannya dalam bentuk pantun.
"Ikan lohan, ikan gabus. Direndam dulu, baru direbus. Supaya pembangunan maju terus, pinjam dulu
seratus," tutur Jokowi disambut gelak tawa hadirin.
"Yang saya maksud itu, 100 CEO yang hadir di acara Kompas yang hari ini," ucapnya pada acara Kompas100 CEO Forum Indonesia 2023 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (2/11/2023).
Baca juga: PLTS 50 Megawatt di IKN Nusantara, Jokowi Klaim jadi Pionir Energi Terbarukan
Baca juga: Jokowi Optimis Pembangunan IKN Nusantara Dilanjutkan oleh Presiden Selanjutnya
Baca juga: Pembangunan IKN Nusantara Terus Dilakukan, Nilai Investasi Capai Rp45 Triliun
Di hadapan para CEO, Jokowi berbicara tentang banyak aspek penting bagi masa depan negara ini.
Salah satu poin utama yang Presiden tekankan adalah potensi besar yang dimiliki Indonesia, termasuk sumber
daya mineral, perikanan, pertanian, dan energi hijau melimpah.
Indonesia juga memiliki 4.400 sungai. Sebanyak 128 di antaranya sungai besar, dan paling besar itu kalau
mau energi hijau Sungai Mamberamo punya potensi 23.000 megawatt.
Kedua, Sungai Kayan di Kalimantan, 11.000 megawatt. Itu yang hydropower, belum yang geotermal. Geotermal ada 29.000 megawatt, baru dipakai kira-kira 2.000-an megawatt, potensinya masih besar sekali.
Dan, inilah yang akan menjadi daya tarik Indonesia karena ke depan ekonomi hijau, energi hijau itu menjadi sebuah kekuatan.
“Tapi yang paling sulit adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ini agar menjadi sebuah kekuatan besar bangsa kita, ketergantungan negara lain kepada bangsa kita. Sehingga, saya ingin sekali ada satu produk besar kita yang bisa masuk ke global supply chains. Inilah yang sedang dalam proses kita rancang, yaitu ekosistem EV battery dan ekosistem EV (Electric Vehicle),” terangnya.

Namun, menurut Presiden, mengintegrasikan ini juga bukan barang yang mudah.
Bagaimana mengintegrasikan nikel di Sulawesi dengan bauksit yang banyak di barat, di Bintan, di Kalbar,
integrasikan lagi dengan tembaga yang ada di Papua, di NTB. Yang paling efisien itu diletakkan di mana
kalau kita ingin membuat pabriknya.
“Untuk membangunnya, pemerintah tidak bisa sendiri. Butuh peran dan kontribusi semua pihak, termasuk
utamanya para pengusaha, para investor para CEO, dan Bapak-Ibu semuanya yang hadir di sini. Saya
membayangkan bahwa kalau kita bisa mengintegrasikan tadi, lompatan itu akan terjadi, dari negara yang
kategorinya negara berkembang masuk ke negara maju,” tandasnya.
Jokowi berharap ada produk unggulan Indonesia bisa masuk ke rantai pasokan global, dan ia menyoroti
upaya dalam pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik.
Untuk mewujudkan potensi ini, Jokowi menekankan perlunya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan pengusaha.
Presiden Jokowi juga membahas proyek Indonesia New Capital City (IKN) yang membutuhkan investasi
besar.
Ia menyampaikan, proyek ini tidak dapat dikerjakan hanya oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan
sektor swasta.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepastian hukum, edukasi, dan reformasi hukum
dalam mendukung proyek ini.
Baca juga: Desain Gedung Bank Indonesia di IKN Nusantara Berbentuk Garuda, Ada Maknanya
IKN bukanlah satu-satunya fokus pembangunan. Jokowi menyoroti hilirisasi berbagai sektor ekonomi,
termasuk mineral, pertanian, perikanan, dan industri rumput laut.
Presiden berharap upaya-upaya ini akan meningkatkan pendapatan per kapita dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Lebih lanjut Presiden Jokowi mengingatkan tantangan eksternal yang tidak terduga, seperti perubahan
iklim, kenaikan suku bunga global, dan ketidakpastian geopolitik.
Dalam penutupnya, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk bersatu, berkolaborasi, dan berinovasi dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
"Dan saya melihat ekonomi hijau ke depan di negara kita akan menjadi sebuah peluang yang sangat besar," pungkasnya.
Untuk diketahui, Kompas100 CEO Forum hadir sebagai medium dialog antara CEO, pemerintah, akademisi dan publik dalam membahas isu perekonomian dan solusi permasalahan di dalamnya.
Tahun ini, Kompas100 CEO Forum powered by PLN hadir kembali memasuki tahun ke-14 dengan tema
“Melaju Menuju Indonesia Emas”.
Harian Kompas bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendorong akselerasi penerapan di beragam sektor untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui penetapan target nasional dalam lima tahun kedepan.
Baca juga: Jubir Koalisi Indonesia Maju Tegaskan Prabowo-Gibran Lanjutkan IKN Nusantara, tak Semua Calon
Main Forum diselenggarakan pada 1-2 November 2023. Dengan konsep hibrida, kegiatan secara langsung
diadakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dihadiri Presiden Jokowi pada hari kedua, Kamis (2/11/2023), diisi dengan kunjungan ke IKN, ke persemaian Mentawir, Sumbu Kebangsaan KIPP, sekaligus groundbreaking gedung Bank Indonesia dan Dialog CEO dengan Presiden Jokowi.
Jangan Coba-coba
Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta para pengusaha tidak coba-coba belajar jadi politikus pada saat
menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberi sambutan pada acara Kompas 100 CEO Forum yang digelar di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kamis (2/11/2023).
Mula-mula, Presiden menyinggung soal kontestasi dalam pemilu yang bisa saja berjalan sengit.
Namun, Kepala Negara menekankan bahwa persaingan seperti itu biasa terjadi dalam politik Indonesia.
Apalagi, menurutnya, saat ini masyarakat sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi.
"Perbedaan itu biasa, beda pilihan biasa, yang milih kan rakyat, kedaulatan di (tangan) rakyat, bapak seganteng-ganteng apa pun kalau rakyat enggak seneng gimana? Kalau bapak seneng yang ndeso-ndeso seperti saya ini gimana?" ujar Jokowi.
"Ini pilihan rakyat, persaingan dalam kompetisi pemilu biasa-biasa saja. Enggak usah bapak, ibu ini biasa di bisnis, di ekonomi, enggak usah lah belajar jadi politikus, mengomentari malah bisa keliru," katanya melanjutkan.
Baca juga: Rute Balikpapan-IKN Nusantara Hanya 50 Menit, Jokowi Berharap Juni 2024 Bisa Dipakai
Menurut Jokowi, yang paling penting setelah para peserta pemilu bertanding akan bisa kembali kompak bersatu untuk membangun negara. "Kita berharap semua setelah bertanding, setelah berkompetisi nanti kompak lagi, bersatu lagi untuk negara dan bangsa," ujar Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo ini juga mengatakan bahwa Indonesia sudah lima kali melaksanakan pemilu langsung, yakni pada 2004, 2009, 2014, 2019 dan 2023. Oleh karena itu, menurutnya, sudah jadi hal wajar jika tensi politik agak memanas jelang pemilu.
Namun, Jokowi berpesan agar para pengusaha tidak ikut-ikutan memanaskan suasana yang sudah panas
tersebut.
"Ya kalau mau pemilu anget, agak panas enggak apa-apa, yang penting bapak, ibu, jangan beli kipas, ngipas-ngipasin atau ibu-ibu beli kompor manas-manasin," kata Jokowi. Sebagaimana diketahui, pemungutan suara bakal digelar pada 14 Februari 2024, termasuk pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).
Sejauh ini, sudah ada tiga pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) yang menunggu penetapan sebagai peserta pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Mereka adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar; Ganjar Pranowo-Mahfud MD; dan Prabowo
Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sesuai jadwal tahapan pemilu bakal menetapkan pasangan capres-
cawapres peserta Pilpres 2024 pada 13 November 2023.
Sementara itu, proses kampanye akan berlangsung pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. (zyn/kps/siy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.