Selasa, 14 April 2026

Berita Penajam Terkini

Petani di Babulu Penajam Paser Utara Raih Bantuan Alat Pertanian

Petani di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mendapatkan ganti atas gagal panen.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Petani di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mendapatkan ganti atas gagal panen atau puso, yang mereka alami karena banjir, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Petani di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mendapatkan ganti atas gagal panen atau puso, yang mereka alami karena banjir, beberapa waktu lalu.

Petani tersebut diberikan bantuan, berupa alat mesin pertanian (alsintan) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dan juga akan diberikan bantuan berupa uang tunai, dari pemerintah pusat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Penajam Paser Utara, Rozihan Asward, kepada TribunKaltim.Co, Selasa (7/11/2023).

Baca juga: Rakor Pembangunan Pertanian dengan Pemkab Kukar, Pj Gubernur Ingin Daerah Mitra IKN Mencontoh Kukar

Ia mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan provinsi yakni:

- Mesin combain atau alat panen sebanyak 8 unit;

- Pompa air 140 unit;

- dan 150 hand sprayer.

"Totalnya itu Rp5,5 miliar," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah belum memberikan bantuan, sebab bantuan yang ada dianggap sudah cukup.

Tetapi tetap akan memberikan bantuan lain, ditahun anggaran berjalan nantinya.

"Kami belum karena yang ada itu sudah cukup," sambungnya.

Sejumlah petani di Kecamatan Babulu, mengalami gagal panen karena banjir merendam lahan pertanian mereka.

Dengan modernisasi alat pertanian diharapkan dapat mengatasi permasalahan kekurangan tenaga kerja bidang pertanian.
Dengan modernisasi alat pertanian diharapkan dapat mengatasi permasalahan kekurangan tenaga kerja bidang pertanian. (Tribun Kaltim/Geafry Necolsen)

Setidaknya ada seluas 390 hektar lahan pertanian di dua desa di Babulu, yakni Sumber Sari dan Gunung Mulia, terendam banjir.

Banjir yang melanda, tepat saat para petani memasuki musim panen, sehingga mengalami kerugian finansial cukup besar.

Diketahui, kerugian petani akibat puso di dua desa tersebut, diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved