Senin, 27 April 2026

Berita Internasional Terkini

Presiden AS Joe Biden Minta Israel tak Serang Rumah Sakit di Gaza

Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta Israel untuk menjaga keamanan rumah sakit di Gaza pada Senin (14/11/2023).

BPMI Setpres
Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Indonesia Jokowi di Ruang Oval Gedung Putih pada 13 November 2023 di Washington, DC. Biden mendesak Israel untuk melindungi rumah sakit di Gaza. 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta Israel untuk menjaga keamanan rumah sakit di Gaza pada Senin (14/11/2023).

Permintaan ini muncul seiring meluasnya pertempuran sengit antara pasukan Israel dan Hamas di sekitar kompleks RS Al-Shifa, yang merupakan rumah sakit terbesar di Jalur Gaza.

"Ini adalah harapan dan ekspektasi saya bahwa akan ada tindakan yang tidak terlalu mengganggu terhadap rumah sakit tersebut," kata Biden kepada para wartawan di Ruang Oval ketika ditanya apakah ia telah menyampaikan keprihatinannya kepada Israel mengenai masalah ini.

"Rumah sakit harus dilindungi," jelasnya di sela menandatangani inisiatif penelitian kesehatan perempuan bersama Ibu Negara AS Jill Biden, sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca juga: Listrik Padam Total Mengakibatkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Berhenti Beroperasi

Biden menambahkan bahwa dirinya telah melakukan kontak dengan pihak Israel mengenai masalah ini.

Sementara, dia mengatakan, kesepakatan untuk "pembebasan sandera" masih dinegosiasikan dengan bantuan negara Teluk, Qatar.

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Indonesia Jokowi di Ruang Oval Gedung Putih pada 13 November 2023 di Washington, DC. Biden mendesak Israel untuk melindungi rumah sakit di Gaza.
Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Indonesia Jokowi di Ruang Oval Gedung Putih pada 13 November 2023 di Washington, DC. Biden mendesak Israel untuk melindungi rumah sakit di Gaza. (BPMI Setpres)

Terpisah, seorang ahli bedah dari Doctors Without Borders (MSF), sebuah kelompok amal medis, mengatakan bahwa ratusan orang terjebak di kompleks rumah sakit Al-Shifa dalam kondisi yang "tidak manusiawi".

Israel beralasan bahwa musuh-musuh Hamas membangun markas militer mereka di bawah rumah sakit Al-Shifa. Tuduhan itu telah dibantah oleh Hamas.

Badan-badan PBB dan para dokter di RS Al-Shifa memperingatkan bahwa kurangnya bahan bakar generator telah merenggut nyawa, termasuk bayi-bayi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di wilayah Palestina mengatakan pada Senin pagi bahwa sedikitnya 2.300 orang berada di dalam fasilitas Al-Shifa yang lumpuh.

Ribuan orang itu terdiri dari pasien, petugas kesehatan, dan orang-orang yang melarikan diri dari serangan Israel.

Penasihat Keamanan Nasional Biden, Jake Sullivan, kemudian mengonfirmasi bahwa Washington, yang dengan tegas mendukung Israel dalam serangannya terhadap Hamas, telah mengangkat masalah ini dengan sekutunya.

"Kami tidak ingin melihat baku tembak di rumah sakit. Kami ingin melihat pasien terlindungi, kami ingin melihat rumah sakit terlindungi," katanya dalam sebuah konferensi pers.

"Kami telah berbicara dengan pemerintah Israel tentang hal ini dan mereka mengatakan bahwa mereka memiliki pandangan yang sama bahwa mereka tidak ingin melihat baku tembak di rumah sakit," tambah Sullivan.

Sullivan juga mengatakan bahwa Amerika Serikat ingin melihat jeda yang jauh lebih lama, berhari-hari, bukan berjam-jam dalam pertempuran.

Gedung Putih mengatakan pekan lalu bahwa Israel telah menyetujui jeda kemanusiaan selama empat jam setiap hari dalam pertempuran untuk memungkinkan warga sipil keluar dari Gaza utara dan memberikan bantuan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biden ke Israel: Rumah Sakit di Gaza Harus Dilindungi".

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved