Berita Penajam Terkini
Konsumsi BBM Bersubsidi di Penajam Paser Utara 2024 akan Mengalami Peningkatan
Kebutuhan Bahan Bakar Minyak atau BBM di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur pada tahun depan.
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kebutuhan Bahan Bakar Minyak atau BBM di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur pada tahun depan, diperkirakan mengalami peningkatan.
Aktivitas kendaraan yang mulai masif, serta banyaknya aktivitas masyarakat terutama bidang konstruksi, bakal meningkatkan konsumsi BBM terutama solar di Benuo Taka.
Menurut Asisten II Pemkab Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang, peningkatan kebutuhan itu terpengaruh dengan adanya Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara.
"Kan kita ini dekat dengan proyek IKN Nusantara, kita harus sadari bahwa penggunaan BBM disana cukup tinggi," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Rabu (22/11/2023).
Baca juga: BSB Jadi Investor Pertama Asal Kalimantan Timur di IKN Nusantara, Bangun Pusat Perbelanjaan Modern
Jika tidak ditambah, ada kekhawatiran masyarakat umum tidak kebagian kuota, terlebih di daerah Sepaku.
Meski kendaraan yang beroperasi disana menggunakan BBM komersil, namun potensi adanya oknum yang memanfaatkan BBM bersubsidi, tidak bisa dipungkiri.
Ada Saja Oknum Nakal
Di sisi lain, pengawasan ketat dari pihak terkait serta ketegasan dari pihak kontraktor, agar tidak ada penggunaan BBM bersubsidi untuk kepentingan proyek IKN Nusantara, juga diperlukan.
Di samping memang volume kendaraan mulai bertambah, ramainya lalu-lalang kendaraan yang masuk ke IKN Nusantara.
"Seharusnya IKN menggunakan BBM industri tapi kan ada saja oknum nakal juga yang mencari celah," jelasnya.
Baca juga: Gedung Kemenko IV di IKN Nusantara Akan Memiliki 4 Tower, Permintaan Jokowi Dirampungkan April 2024
Saat ini kuota BBM bersubsidi jenis solar di Penajam Paser Utara khusus untuk kendaraan, hanya terpenuhi 50 persen dari kebutuhan.
Berdasarkan perhitungan, jumlah kendaraan umum dan kendaraan lain, yang layak mendapatkan BBM bersubsidi di Penajam Paser Utara, membutuhkan 42 juta liter.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231122_Nicko-Herlambang-di-Penajam-Paser-Utara.jpg)