MotoGP

Gebrakan Honda di MotoGP 2024, Siapkan Motor Tempur untuk Joan Mir dan Luca Marini

Joan Mir dan Luca Marini bakal mendapatkan motor baru dari Honda untuk mengarungi ketatnya MotoGP 2024.

Mohd RASFAN / AFP
Pebalap Repsol Honda Joan Mir. Honda telah menyiapkan motor baru untuk Joan Mir dan Luca Marini di MotoGP 2024. (Mohd RASFAN / AFP) 

TRIBUNKALTIM.CO - Joan Mir dan Luca Marini bakal mendapatkan motor baru dari Honda untuk mengarungi ketatnya MotoGP 2024.

Pada MotoGP 2024, Honda benar-benar serius mempersiapkan diri agar tak lagi jadi bulan-bulanan pabrikan lain.

Motor baru Honda sendiri terus mengalami kemajuan dan diperkirakan dapat bersaing untuk perebutan gelar juara.

Kendati demikian, teknisi Honda masih terus bekerja keras untuk menyempurnakan seluruh komponen motor.

Baca juga: MotoGP 2024 Jadi Musim yang Panjang Bagi Marc Marquez dkk, Terdapat 44 Race, Termasuk di Indonesia

Baca juga: Dahsyatnya Kecelakaan di MotoGP, Tubuh Pol Espargaro Sampai Memendek

Baca juga: Kalender dan Jadwal MotoGP 2024, Jumlah Seri Balap Bertambah

Honda sendiri tak ragu dengan kemampuan dua pembalapnya, yakni Joan Mir dan Luca Marini.

Honda akan menggelar tes privat selama dua hari mulai Selasa (19/12/2023) di Sirkuit Jerez, Jerez de la Frontera, Spanyol.

Mereka menggunakan jatah dua hari terakhir untuk pengujian pada tahun 2023 bagi ajang MotoGP dan World Superbike.

Tes privat ini akan diikuti oleh pembalap penguji mereka Stefan Bradl bersama tim penguji yang dipimpin oleh kepala kru Ramon Aurin.

Bradl akan menjajal versi purwarupa dari RC213V 2024 yang telah dijajal Joan Mir, Luca Marini, Johann Zarco, dan Takaaki Nakagami dalam tes pasca-musim di Valencia pada 28 November lalu.

Seperti diketahui, sinyal positif hadir saat komentar bernada semringah hadir, terutama dari Mir yang tidak punya batasan kontrak untuk berkomentar dan menjajal motornya paling lama.

Honda berhasil membawa sebuah motor yang benar-benar terlihat berbeda dan bukan sekedar sebuah perombakan.

"Sejujurnya, saya sangat senang. Ini pertama kalinya saya bisa merasakan perbedaan sejak saya tiba (di Honda)," ujar Mir yang bergabung dengan Honda pada musim lalu.

Adapun Marini dan Zarco yang merupakan rekrutan anyar masih belum bisa berkomentar.

Meski demikian, Marini, yang akan menjadi tandem Mir di tim pabrikan Repsol Honda, tidak butuh waktu lama untuk mencetak waktu lap yang kompetitif.

Baca juga: Update MotoGP - Gabung Gresini Racing, Marc Marquez Dituding Hanya Ingin Mata-matai Ducati

Dengan waktu lap yang dipangkas secara progresif ala Marini, adik Valentino Rossi itu menutup tes pasca-musim sebagai rider tercepat Honda dengan catatan waktu 1 menit 29,956 detik.

Marini hanya sedikit lebih pelan dari catatan terbaiknya (1:29,901 detik di kualifikasi) pada seri terakhir MotoGP Valencia di mana dia mengendarai motor Ducati.

"Tes sudah selesai, sensasi yang bagus dan skuad yang luar biasa. Sekarang waktunya untuk rileks dan fokus menghadapi 2024," tulis Marini dalam unggahan di Instagram.

Sedangkan kepala tim LCR, Lucio Cecchinello, membeberkan bahwa Zarco merasakan perbedaan besar antara motor RC213V 2023 dengan RC213V 2024.

"Dia merasakan perbedaan besar dalam corner entry dan grip ban belakang. Kami terkejut, itu terlihat seperti sebuah kemajuan yang signifikan," ungkap Cecchinello.

Mir secara khusus menyoroti perubahan motor Honda yang lebih ringan kendati lebih panjang sehingga membawa banyak potensi besar.

Kerja keras Honda belum berakhir meski impresi positif telah hadir.

Pasalnya Stefan Bradl juga akan menjajal komponen-komponen baru yang telah dikembangkan dari markas utama Honda di Jepang.

Beberapa pembaruan di antaranya, kabarnya, dikerjakan berdasarkan masukan dari Mir dkk. setelah tes pasca-musim di Valencia.

Ini juga merupakan sinyal bagus semenjak beberapa pembalap Honda sebelumnya mengeluh bahwa umpan balik mereka kurang didengarkan.

Baca juga: Lengkap! Daftar Pembalap dan Jadwal MotoGP 2024, Tes Pramusim Digelar di Sirkuit Sepang

Menurut Cecchinello, satu masukan yang secara spesifik disampaikan adalah penyeimbangan distribusi berat untuk mengurangi risiko kecelakaan.

"Kalau kita memperhatikan semua kecelakaan yang terjadi pada 2023, penyebab utamanya adalah kehilangan grip bagian depan," terang Cecchinello.

"Kami meminta motor dengan keseimbangan berbeda dan dengan titik pusat gravitasi didorong ke belakang," imbuh mantan pembalap itu.

Honda, yang menjadi juru kunci klasemen konstruktor, mendapatkan booster dalam menghadapi MotoGP 2024 karena perubahan aturan konsesi.

Pabrikan asal Asaka itu berhak mendapatkan keuntungan lebih banyak dalam pengujian, salah satunya berupa waktu dan lokasi tes yang tidak terbatas.

Para pembalap reguler mereka juga diperbolehkan untuk mengikuti tes shakedown yang dihelat sebelum tes pramusim di Sepang pada Februari mendatang.

Meski demikian, belum diketahui apakah pembaruan yang sedang dijajal Bradl bakal tersedia saat persiapan menuju musim baru dilanjutkan.

Marc Marquez Ungkap Kekurangan Ducati yang Dimiliki Honda

Marc Marquez sebenarnya dilarang berbicara ke publik soal motor barunya.

Namun, suara yang bocor dalam siaran langsung Tes MotoGP Valencia membuat publik mendengar semuanya.

Baca juga: Update MotoGP: Tak Hanya Buat Bagnaia Ketar-ketir, Marc Marquez Juga Bikin Ducati Terpecah

Alasan kontrak yang belum benar-benar habis dengan Honda membuat Marc Marquez tidak bisa berbicara ke hadapan media setelah Tes MotoGP Valencia pada Selasa (28/11/2023).

Juara dunia delapan kali itu dilarang berkomentar soal motor barunya yaitu Ducati Desmosedici GP apalagi membandingkannya dengan motor lamanya yaitu Honda RC213V.

Tentunya, memberi umpan balik dengan kru tim yang baru tidak dilarang.

Beruntung bagi penggemar yang ingin tahu, pembicaraan antara Marquez dan kepala kru yaitu Frankie Carchedi sempat ditampilkan dalam siaran langsung di televisi Italia, Sky Sport.

Dalam pembicaraan yang tampaknya terjadi setelah run pertama Marquez dengan Desmosedici, terdengar komentar pembalap yang masih berusaha mencari kepercayaan diri dengan kuda besi barunya.

"Feeling dengan bagian depannya, ketika saya mengerem dalam posisi tegak, saya tidak bisa mengeremnya secara agresif," ujar Marquez.

"Jika saya mengeremnya dengan agresif, ban belakangnya akan terangkat dan motornya mulai menjadi kurang stabil terutama di tikungan pertama."

"Kita harus mengeremnya dengan halus, tetapi saat mencoba untuk masuk, kelihatannya lebih sulit daripada motor sebelumnya (Honda)."

"Tapi rasa percaya dirinya sudah ada, hanya saja saya tidak tahu kapan akan kehilangan grip ban depannya," imbuhnya.

Adapun keunggulan Ducati yang segera dirasakan Marquez adalah motor yang sangat stabil dan kemudahan dalam bermanuver.

"Dengan motor satunya (Honda) saat akan menegakkan kembali rasanya selalu bergerak, motor ini (Ducati) sangat stabil, tetapi saya kurang percaya diri untuk masuk (memiringkan motor)."

Baca juga: Lengkap! Daftar Pembalap dan Jadwal MotoGP 2024, Tes Pramusim Digelar di Sirkuit Sepang

"Dan terutama, jika kita memasuki tikungannya dengan terlalu cepat, kita tidak bisa override (memaksakan motornya), kalau begitu nanti bagian depannya sedikit bergerak."

"Selain itu kita harus berhenti sebelumnya dengan pengereman. Kalau memasuki tikungannya sambil mengerem, kita akan melebar dan terus melebar."

"Itu karena kita merasakan beban yang besar di bagian belakang dan bagian depan menjadi terasa sangat ringan di bagian tengah tikungan."

"Saya merasakan grip yang besar di belakang dan juga depan, maksudnya motornya tidak lebih menuntut daripada Honda, lebih mudah untuk berganti arah," imbuhnya.

Bukan berarti tidak ada nilai plus dari motor lamanya.

Marquez menyoroti jendela akselerasi yang lebih lama dari motor Ducati saat sedang melibas tikungan dibandingkan Honda.

"Soal gas, benar bahwa dengan Honda kita bisa menyentuhnya sangat cepat (saat menikung), terkadang hasilnya bagus jika kita punya grip, dan motornya berbelok sendiri."

"Dengan motor ini (Ducati) jika saya menyentuh gasnya terlalu awal, maka akan butuh waktu untuk kembali."

"Kita harus menunggu sedikit sebelum menarik gas. Kita harus menikung, membukanya sedikit lalu menjadi agresif secara perlahan.

"Dulu saya menunggu dengan 40 persen gas untuk waktu yang singkat, mengangkat motornya, lalu melaju."

"Dengan motor ini (Ducati), saya membuka 30-40 persen gas dan mencoba untuk terus berbelok, tetapi saya merasa akan melebar."

Baca juga: Update MotoGP: Tak Hanya Buat Bagnaia Ketar-ketir, Marc Marquez Juga Bikin Ducati Terpecah

Kekurangan Ducati ini pernah diungkapkan pembalap tim pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia.

Seperti diketahui, musim depan Marquez akan menggunakan motor Ducati Desmosedici GP23 yang dipakai Bagnaia untuk merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2023.

Dalam interviu dengan Motorsport Magazine, Bagnaia mengakui bahwa dia harus lebih sabar dalam melesat keluar dari lintasan dengan motor versi 2023 dibandingkan 2022.

Peningkatan dalam area grip menjadi penyebabnya.

"Ketika kita punya lebih banyak grip belakang dan membuka gasnya terlalu cepat, itu akan mendorong bagian depan," ujar Bagnaia.

"Jadi kita akan melebar dan harus menunggu lebih lama untuk benar-benar membuka gasnya," imbuh juara dunia back-to-back MotoGP itu.

Bagnaia mengatasinya dengan meluncurkan ban belakang ke arah tikungan saat masuk. Dia mengambil waktu lebih cepat dalam corner entry.

Adapun runner-up kejuaraan, Jorge Martin, juga memakai Desmosedici GP23, mengerem lebih cepat sehingga berada di posisi yang lebih baik saat keluar.

Bagaimana dengan Marquez?

Dia masih punya waktu untuk menemukan caranya sendiri atau dengan mengintip data milik pembalap Ducati lainnya.

Marquez telah menunjukkan potensi besar dengan motor barunya.

Dengan kondisi masih meraba-raba, dia melesat dengan menjadi pembalap tercepat keempat dalam Tes MotoGP Valencia dengan catatan waktu terbaik 1 menit 29,424 detik.

Persiapan menuju MotoGP 2024 akan dilanjutkan dengan tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada 6-8 Februari 2024. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved