Tribun Kaltim Hari Ini
Berikut Tiga Kecamatan di Balikpapan Paling Rawan Kebakaran Saat Ramadan
BPBD Balikpapan mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan kompor dan alat-alat listrik selama bulan Ramadan.
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Balikpapan mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan kompor dan alat-alat listrik selama bulan Ramadan.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap peningkatan risiko kebakaran yang sering terjadi di bulan suci ini.
Menurut catatan BPBD, insiden kebakaran cenderung meningkat selama Ramadan, sering kali dipicu oleh penggunaan kompor atau peralatan elektronik yang tidak hati-hati.
Baca juga: Gardu Induk Industri PLTD Gunung Malang Terbakar, BPBD Balikpapan Andalkan APAR untuk Padamkan Api
"Kami telah mencatat bahwa kebakaran paling banyak terjadi selama bulan Ramadan, dan ini biasanya disebabkan oleh kompor atau barang elektronik lainnya," ujar Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, Senin (11/3/2024).
Usman Ali menambahkan, wilayah yang paling diaspadai adalah Balikpapan Barat, Balikpapan Timur, dan Balikpapan Kota.
Berdasarkan pengalaman Ramadan tahun lalu, menurut dia, tiga wilayah tersebut merupakan lokasi dengan jumlah kebakaran terbanyak.
BPBD Kota Balikpapan telah menyiagakan personelnya selama 24 jam dan membentuk tim di setiap kecamatan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan kebakaran selama bulan Ramadan.
Baca juga: BPBD Balikpapan Imbau Warga Waspada Kebakaran, Ini yang Harus Diperhatikan
"Selama Ramadan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk kebencanaan dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan," tegas Usman Ali.
Mengacu tahun lalu, pemetaan bencana kebakaran sendiri puncaknya pada saat libur Lebaran 2023. Sebelumnya, Asisten I Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkipli, membeberkan bahwa insiden paling rawan semasa lebaran adalah kebakaran.
"Ini biasa faktor kelalaian, aktivitas dapur itu kan biasanya meningkat pada masa begini, itu dijaga betul," ulasnya.
Menurutnya, hal ini merupakan angka tertinggi yang masuk kedalam catatan Pemkot Balikpapan. Sebab itu, ia beranggapan, selama periode libur panjang butuh kesiapsiagaan penuh dari jajaran mengingat bencana tidak bisa ditangani sendiri. (zyn)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240311_Kebakaran-yang-terjadi-pada-Ramadan-tahun-lalu.jpg)