Idul Fitri 2024
Pasokan Ikan dari Talisayan Berau akan Aman hingga Lebaran Idul Fitri 2024
Dinas Perikanan Berau akui, pasokan ikan dari Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau akui, pasokan ikan dari Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Namun, ketersediaan pasokan ikan itu juga tidak lepas dari perilaku para nelayan sendiri.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau, Dahniar Ratnawati menjelaskan, musim menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku dari para nelayan di lapangan.
"Untuk perputaran ikan ini kita perlu melihat perilaku nelayan. Karena nelayan itu berlayar melihat musim," ucapnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (22/3/2024).
Baca juga: Pedagang Pasar Tamrin Bontang Mengeluh, Pasokan Ikan dari Nelayan Anjlok Akibat Cuaca Buruk
Dahniar menjelaskan, dalam proses penangkapan ikan, para nelayan yang menggunakan kapal pengangkut dengan kapasitas di atas 30 Gross Tonage (GT) akan istirahat, jika memasuki bulan purnama.
"Untuk kapal-kapal besar di atas 30 GT, biasanya akan istirahat menjelang bulan purnama, sebab ikan kurang. Karena mereka melaut hanya di malam hari dan lokasinya jauh," ungkapnya
Namun, kondisi ini tidak menjadi hambatan, sehingga membuat pasokan ikan bagi masyarakat berkurang. Sebab jelasnya, masih ada kapal jenis lain yang tetap beroperasi di siang hari.
"Kapal-kapal yang dibawah 30 GT tidak hanya melaut pada malam hari, siang juga melaut," ujarnya.
Lebih lanjut, kondisi saat ini memang sedang bulan purnama. Sehingga banyak kapal yang istirahat. Tapi dirinya pastikan, setelah tanggal 26 Maret 2024, para nelayan akan kembali melaut.
Baca juga: Dampak Pembangunan Jalan Poros Pesisir Kutai Barat, Nelayan tak Lagi Kesulitan Menjual Ikan
Setelah tanggal 26 itu mereka akan melaut lagi. Itu diperkirakan 15 sampai 20 hari (melaut).
"Nah, harapan kita menjelang lebaran nanti mereka sudah bisa masuk (kembali) dengan membawa hasil tangkapan (ikan)," tuturnya.
Dahniar kemudian mengambil contoh situasi di Pasar Adji Dilayas. Jumlah stok ikan yang masuk perhari sekitar 2 hingga 4 ton per hari.
"Namun tidak semua dikonsumsi, sebab sekitar 20 sampai 30 persen ikan yang masuk, dibawa keluar. Dan itu masih bisa mencukupi kebutuhan pangan ikan masyarakat," tuturnya.
Kendati demikian, untuk itu dirinya tetap optimis hingga lebaran nanti, ketersediaan ikan bagi masyarakat di Kabupaten Berau tetap aman terpenuhi.
"Nah, mengenai ikan menjelang lebaran itu, harapan kami insyaallah masih mencukupi sampai lebaran nanti," pungkasnya.
(*)
| Berapa Lama Puasa Idul Adha 2024? Serta Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah |
|
|---|
| Penjualan Astra Motor Kaltim 1 Meningkat 35 Persen pada Momentum Lebaran |
|
|---|
| Operasi Angkutan Lebaran di Pelabuhan Semayang Balikpapan Kaltim Ditutup, Nihil Insiden |
|
|---|
| Doa Buka Puasa Syawal di Gabung Puasa Senin Kamis, Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya |
|
|---|
| Apa Boleh Mengerjakan Puasa Syawal di Hari Jumat? Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Abdul Somad |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240322_Ikan-dari-Berau-Kaltim.jpg)