Berita Balikpapan Terkini
Suka Konsumsi Makanan Cepat Saji, Atlet Voli Ini Bagikan Tips Tekan Dampak Negatif yang Ditimbulkan
Suka konsumsi makanan cepat saji, atlet voli asal Balikpapan ini bagikan tips tekan dampak negatif yang ditimbulkan.
Penulis: Ardiana | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Olahraga sangat penting bagi kehidupan manusia.
Olahraga adalah sebuah aktivitas fisik yang sangat baik untuk kesehatan, karena membuat semua bagian tubuh bergerak.
Dengan berolahraga dapat membuat tubuh terhindar dari berbagai penyakit kronis.
Pentingnya olahraga bagi kesehatan sangat disadari oleh Pretty, salah satu warga Balikpapan.
Apalagi, dia kerap mengonsumsi makanan cepat saji yang mana menjadi salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit kronis.
Baca juga: Atlet Voli Pantai Balikpapan Pretty Triska Kambey Terapkan Pola Hidup Sehat Sejak Kecil
Perantau asal Sulawesi Utara itu mengaku sering mengonsumsi makanan cepat saji sejak dirinya menjadi karyawan salah satu perusahaan di Balikpapan.
Makanan cepat saji itu sering dia konsumsi saat jam makan siang melalui aplikasi pesan antar.
"Tapi saya sering makan makanan cepat saji. Karena saya karyawan, kalau pesan makan siang, pasti yang fast food," jelasnya, Sabtu (20/7/2024).
Khawatir akan kesehatannya, wanita yang juga merupakan atlet voli ini mengimbangi kebiasaannya makan makanan cepat saji dengan rutin berolahraga.
Saat senggang, dia berolahraga hampir tiap hari, minimal joging dengan jarak 5-10 kilometer per hari.
Sedangkan saat jadwal latihan voli, ia berolahraga sekitar 2-3 jam.
"Sebenarnya juga khawatir dengan sering makan makanan cepat saji, tapi harus diimbangi dengan olahraga. Biar enggak menumpuk di tubuh," ungkapnya.
Baca juga: 5 Pilihan Hotel Murah di Kota Minyak Balikpapan, Harga per Malamnya Mulai Rp 144 Ribuan
Menurut Pretty, makanan cepat saji bisa dikonsumsi asal tak berlebihan.
"Semua tergantung sama gaya hidup. Meski makan makanan cepat saji, tetap harus diimbangi dengan olahraga agar membakar kalori dan biar gak jadi penyakit, seperti gagal ginjal," jelasnya.
Tak hanya itu, demi menghindari penyakit gagal ginjal, ia juga rutin minum air putih 1-2 liter setiap harinya.
Termasuk mengatur waktu makan untuk memberikan waktu istirahat pada ginjal.
"Tengah malam tidak boleh makan atau minum karena ginjal butuh istirahat," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Warga-Balikpapan-yang-juga-merupakan-atlet-voli-Pretty.jpg)