Selasa, 19 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

250 Pohon Ulin Ditanam di Tahura Lati Petangis Paser

Penanaman ulin tersebut difokuskan di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser

Tayang:
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Budi Susilo
HO/DLH Paser
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser bersama Komunitas untuk Bhumi Indonesia saat melakukan penanaman ratusan pohon ulin di Tanan Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Senin (21/7/2024) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pohon ulin menjadi salah satu pohon yang cukup terkenal dari hutan Kalimantan Timur (Kaltim) dengan ciri khas kayu yang keras dan kuat, warna gelap, dan tahan terhadap air laut sehingga tidak aneh banyak orang menyebutnya kayu besi.

Dengan beragam manfaatnya itu, pohon ulin banyak diminati dan menjadi incaran masyarakat meskipun dengan harga yang tinggi namun sulit ditemui.

Hal itupun menjadi perhatian bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser bekerjasama dengan komunitas Untuk Bhumi Indonesia (Yayasan Earth Devotion Borneo), melakukan konservasi pohon ulin pada 21 Juli lalu.

Penanaman ulin tersebut difokuskan di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kepala Bidang Pengelolaan Tahura DLH Paser, Syarifuddin mengatakan kerjasama dengan komunitas itu sudah berlangsung sejak tahun 2019.

Baca juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, DLH Paser Tanam 250 Pohon Ulin di Konservasi Tahura Lati Petangis

"Ada 250 pohon yang ditanam, untuk penanaman pohon ulin ini juga memang sedikit lebih susah, selain lama juga butuh perawatan dan naungan," kata pria yang akrab disapa Udin di Tanah Grogot, Senin (22/7/2024).

Pemkab Paser juga sangat mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas tersebut, guna menjaga alam dan lingkungan di daerah.

Penanaman yang melibatkan mahasiswa itu juga, sekaligus memperkenalkan manfaat dari pohon ulin.

"Kami pengelola tahura lati petangis berharap, kegiatan itu dapat terus berlanjut agar menjaga dan dapat melestarikan pohon ulin yang kian berkurang," pungkas Udin.

Terpisah, Managing Director Untuk Bhumi Indonesia, Zahra Maryam Ashri mengatakan penanaman pohon merupakan upaya dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kelestariannya.

Baca juga: Sejumlah Pelajar Samarinda Antusias Menanam dan Merawat Pohon Khas Kalimantan, Apalagi Pohon Ulin

"Kami memilih pohon ulin karena kelangkaannya, semoga kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat akan pentingnya melestarikan alam dan tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa akan kembali kami laksanakan," tutupnya.

(TribunKaltim.co/syf)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved