Minggu, 12 April 2026

Olimpiade Paris 2024

Opening Ceremony Olimpiade Paris 2024 Tuai kritik, Dinilai Hina Umat Kristiani

Olimpiade Paris 2024 yang seharusnya menjadi ajang bergengsi dan simbol persatuan global, kini menjadi pusat kontroversi di media sosial

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Twitter @jonathancrane5
Paris memperketat keamanan menjelang Opening Ceremony Olimpiade 2024, Jumat (26/7/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO - Olimpiade Paris 2024 yang seharusnya menjadi ajang bergengsi dan simbol persatuan global, kini menjadi pusat kontroversi di media sosial.

Kecaman datang dari berbagai kalangan yang menilai upacara pembukaan tersebut menghina umat Kristiani.

Panitia dalam acara tersebut dituduh mengejek agama Kristen dengan menampilkan penghibur yang berpose dalam sebuah adegan yang mengingatkan pada karya Leonardo da Vinci yang berjudul The Last Supper.

“Para waria mengolok-olok agama Kristen pada Upacara Pembukaan Olimpiade di Paris ketika mereka berupaya menciptakan kembali lukisan Perjamuan Terakhir Yesus karya da Vinci,” kata Shane Pruitt, seorang pendeta dan penulis asal Texas, pada sosial media X.

Bahkan Elon Musk pemilik dari sosial media X, berkata bahwa hal tersebut sangat tidak menghormati umat Kristen.

Baca juga: Makna Seragam Indonesia dalam Upacara Olimpiade Paris 2024

Rangkaian acara tersebut menunjukkan seorang wanita di tengah meja panjang mengenakan mahkota dan berpose dengan tangannya membentuk hati.

Dia diapit oleh waria, atau laki-laki dengan kostum perempuan yang berlebihan, serta satu anak.

Pihak Olimpiade menegaskan pertunjukan mirip Perjamuan Terakhir itu menjadi penafsiran atas Dewa Yunani Dionysus.

Namun, pernyataan itu tidak menghentikan gelombang kritik berbagai pihak.

Adegan “The Last Supper” bukan satu-satunya adegan yang menampilkan waria dalam upacara pembukaan.

Baca juga: Kapan Olimpiade Paris 2024? Info Jadwal Lengkap Daftar Nama Atlet Indonesia dan Cabor

Di adegan lain, seorang penari waria berambut pirang dengan pakaian minim berwarna biru menari dan berjalan di atas catwalk, lalu menari dengan gerakan vulgar bersama waria lainnya.

Kecaman lain juga datang pimpinan organisasi konservatif AS Judicial Watch.

Presiden Judicial Watch Tom Fitton bahkan mendesak kontingen Amerika Serikat untuk mundur karena ajang itu telah menistakan agama.

Anggota Parlemen August Pfluger, menuliska di sosial media X bahwa Olimpiade seharusnya menjadi waktu untuk saling menghormati dan alasan untuk bersatu dari seluruh dunia.

“Tidak dapat diterima jika upacara pembukaan tersebut mengejek agama Kristen dan Perjamuan Terakhir serta menyertakan seorang anak dalam pertunjukan waria,” ungkapnya.

Baca juga: Jelang Opening Ceremony Olimpiade 2024, Paris Mencekam, Jeruji Besi Dipasang di Pusat Kota

Sebagai informasi, upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 digelar dengan diwarnai pawai menyusuri Sungai Seine dan prosesi puncak Obor Olimpiade Paris di Jardin des Tuileries.

Upacara pembukaan itu juga turut diisi dengan perkenalan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved