Selasa, 14 April 2026

Aplikasi

Inilah Cara Penipu Beraksi Melalui WhatsApp, Pengguna Harus Lebih Hati-hati

Inilah cara penipu beraksi melalui WhatsApp, pengguna harus lebih hati-hati

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Anggi Firgianti Pratiwi
kompas.com
Ilustrasi Aplikasi WhatsApp. Inilah Cara Penipu Beraksi Melalui WhatsApp, Pengguna Harus Lebih Hati-hati 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah cara penipu beraksi melalui WhatsApp, pengguna harus lebih hati-hati

Ada Cara Penipu Beraksi Melalui WhatsApp, Pengguna Harus Lebih Hati-hati. Berikut penjelasannya

Banyak manusia seluruh dunia berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

WhatsApp sangat berguna untuk berkomunikasi jarak jauh, dengan cara chat ataupun videocall.

Dibalik WhatsApp yang memiliki manfaat, sayangnya seringkali para pelaku kejahatan menjalankan aksi penipuan.

Banyak sekali modus penipuan melalui WhatsApp atau pun di media sosial lainnya terus berkembang.

Pelaku sering menggunakan berbagai taktik baru yang semakin sulit dikenali.

Hal tersebut membuat korban menjadi tak sadar dan terperangkap oleh penipu. 

Terdapat tiga jenis modus penipuan yang dilakukan melalui aplikasi WhatsApp, Berikut penjelasannya:

1. Terdapat penipu yang menyamar sebagai kurir yang paling sering ditemukan. 

File tersebut umumnya diberi nama "foto" agar korban tertarik membukanya. Namun, sebenarnya file yang diberikan ini adalah APK (aplikasi) berbahaya. Jika file tersebut dibuka, data di ponsel korban akan otomatis tercuri dan digunakan untuk mengambil alih serta menguras rekening korban.

Dilansir dari laman Kompas.tv, Minggu (19/1/2023), pelaku biasanya berpura-pura menjadi kurir paket dan mengirimkan file melalui pesan WhatsApp. File tersebut umumnya diberi nama "foto" agar korban tertarik membukanya. Namun, sebenarnya file yang diberikan ini adalah APK (aplikasi) berbahaya. Jika file tersebut dibuka, data di ponsel korban akan otomatis tercuri dan digunakan untuk mengambil alih serta menguras rekening korban.

2.  Ada juga yang memberikan undangan pernikahan, modus penipuan lain yang sering dilakukan melalui aplikasi WhatsApp adalah pengiriman pesan berisi undangan pernikahan palsu.

Metode kejahatan yang digunakan dalam modus tersebut pada dasarnya tak jauh berbeda dengan penipuan yang mengatasnamakan kurir.

Biasanya, penipu juga akan mengirimkan pesan yang tampak seperti undangan pernikahan lengkap dengan link menuju "detail acara".

Ketika korban mengklik link tersebut, mereka diarahkan ke situs berbahaya yang dapat mencuri data pribadi atau mengunduh malware ke perangkat mereka.

3. Kemudian ada penipuan yang mengaku sebagai customer service (CS) dari bank atau dompet digital juga jadi modus penipuan yang marak terjadi.

Demikian penjelasan mengenai cara penipu beraksi melalui WhatsApp, pengguna harus lebih hati-hati(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved